Kematian mendadak 8 ekor dari 200 ekor dalam satu hari, ditambah pilek dan bengkak muka di kelompok lain, adalah dua sinyal yang biasanya tidak datang dari penyakit sama. Avian Influenza H5N1 membunuh cepat lewat kerusakan sistemik, sedangkan Coryza Avibacterium membunuh pelan lewat infeksi saluran napas atas. Mencampur respons keduanya adalah kesalahan paling umum di peternakan kecil.
Dua Wajah Penyakit pada Bebek Mojosari
AI H5N1 itu virus dengan pola peracute. Satu ekor pagi masih makan, sore sudah mati. Virus menggandakan diri di sel-sel saluran napas dan usus, lalu menyebar lewat darah ke otak, paru, dan limpa.
Coryza, yang disebabkan bakteri Avibacterium paragallinarum, bekerja sebaliknya. Infeksi bersifat lokal di sinus dan mukosa hidung. Itik masih makan, masih jalan, pilek baru jelas setelah 3-5 hari, dan angka kematian naik perlahan.
Aturan lapangan yang paling aman: kematian mendadak lebih dari 5 persen per hari, dengan atau tanpa tanda saraf, selalu dianggap sebagai suspek AI sampai terbukti bukan. Isolasi ketat, lalu telepon mantri. Pilek kronis tanpa kematian mendadak biasanya masuk jalur Coryza dan bisa ditangani di farm.

Cara Bedakan AI H5N1 dan Coryza di Lapangan
Cek enam titik di itik yang sakit. Empat dari enam yang cocok sudah cukup kuat untuk mengarahkan tindakan.
Tanda yang mengarah AI H5N1
Kematian mendadak tanpa gejala awal adalah penanda terkuat. Itik yang masih hidup bisa menunjukkan gangguan saraf seperti leher terpuntir dan jalan berputar.
Warna biru keunguan di pial dan kaki muncul saat virus merusak pembuluh darah. Produksi telur anjlok sampai 80-100 persen dalam 3-5 hari, dengan diare hijau kekuningan sebagai tanda ikutan.
Tanda yang mengarah Coryza
Pilek encer lalu kental, bersin berulang, dan muka bengkak satu atau dua sisi adalah ciri khas. Mata berair dan kelopak membengkak, itik sering menggaruk hidung dengan kaki.
Produksi telur turun moderat, biasanya 10-30 persen, dan kembali naik setelah terapi. Kematian rendah, di bawah 5 persen per minggu, kecuali ada komplikasi.
Tanda yang tumpang tindih
Lesu, nafsu makan turun, dan bulu kusam muncul pada keduanya. Karena itu, keempat tanda spesifik di atas lebih bernilai daripada gejala umum. Saat dua penanda kuat AI dan dua penanda kuat Coryza sama-sama muncul, anggap sebagai koinfeksi dan isolasi ketat adalah pilihan teraman.
Jadwal Vaksinasi Mojosari yang Aman untuk Peternak Kecil
Itik Mojosari punya jendela imun yang berbeda dari ayam petelur. Ikuti empat titik usia ini untuk hasil paling konsisten. Lewat satu titik, proteksi turun dan biaya obat saat outbreak naik dua sampai tiga kali lipat.
Titik usia DOC sampai 4 minggu
Vaksin Newcastle strain La Sota tetes mata di hari ke-1 sampai ke-3 untuk pondasi pernapasan. Vaksin AI bivalen pertama di umur 4 minggu secara injeksi intramuskular di dada atau paha. Dosis 0,5 ml per ekor.
Titik usia 8 sampai 14 minggu
Vaksin Coryza injeksi subkutan di leher pada umur 8 minggu, booster di umur 14 minggu. Strain yang umum dipakai adalah tipe A dan C karena sesuai isolat lapangan di Jawa. Dosis 0,5 ml per ekor.
Titik usia 17 minggu jelang produksi
Booster AI bivalen kedua di umur 17 minggu, empat minggu sebelum puncak produksi telur. Satu kali lagi di umur 40 minggu untuk induk aktif. Dosis sama 0,5 ml intramuskular.
Pakai jarum baru untuk setiap ekor dan ganti antar flock. Total biaya program sekitar 2.500-4.000 rupiah per ekor per tahun untuk AI dan Coryza.
Tujuh Titik Biosecurity untuk Peternakan Kecil
Pengalaman teknisi lapangan menunjukkan tujuh titik ini menurunkan risiko outbreak sampai 60 persen di farm 100-500 ekor. Pasang minimal empat dari tujuh sebelum batch itik baru datang.
Titik 1: Footbath di setiap pintu masuk
Wadah plastik lebar 60 sentimeter berisi larutan desinfektan berbentuk iodine atau amonium kuartener dengan konsentrasi 2-3 persen. Ganti larutan setiap dua hari atau saat terlihat kotor. Tempatkan di setiap akses ke area kandang.
Titik 2: Semprotan tangan dan sepatu
Pompa semprot kecil berisi larutan yang sama tersedia di gerbang. Setiap orang yang masuk wajib menyemprot tangan dan sepatu sebelum masuk, tidak hanya saat outbreak.
Titik 3: Batas kunjungan tamu
Tamu dan sales poultry masuk hanya sampai pagar depan dengan alasan kuat. Itik dari luar, bahkan dari teman sesama peternak, jangan pernah masuk area kandang tanpa karantina 14 hari.
Titik 4: Sumber air bersih
Air minum dari sumur bor atau PAM yang tidak tercemar limbah rumah tangga. Itik yang main di selokan atau genangan dekat rumah tinggal punya risiko AI tiga kali lebih tinggi.
Titik 5: Penanganan bangkai
Bangkai itik mati dikubur minimal 1,5 meter atau dibakar dalam drum. Jangan pernah membuang ke sungai atau kebun tetangga. Virus AI bertahan sampai 30 hari di bangkai yang membusuk perlahan.
Titik 6: Ayam kampung dan unggas lain terpisah
Ayam kampung, kalkun, dan burung puyuh bisa membawa AI tanpa gejala. Pagar atau jarak minimal 50 meter dari kandang itik untuk unggas lain. Ayam kampung yang bebas keluar masuk halaman adalah sumber reinfeksi paling sering.
Titik 7: Kontrol lalu lintas alat
Box DOC, timba pakan, dan egg tray dari luar dicuci dengan desinfektan sebelum masuk area bersih. Truk pengangkut itik hidup tidak boleh masuk kompleks farm.
Saat Wajib Telepon Mantri Hewan
Ada lima pemicu yang membuat rujukan profesional jadi keputusan yang lebih murah daripada penanganan sendiri. Tiga dari lima yang muncul berarti telepon hari itu juga.
Pemicu klinis
Kematian mendadak lebih dari 5 persen per hari di luar musim hujan, atau lebih dari 3 persen di musim hujan.
Penurunan produksi telur lebih dari 50 persen dalam satu minggu. Gangguan saraf pada lebih dari tiga ekor sekaligus, atau batuk darah dan lendir hijau kental.
Pemicu operasional
Belum pernah ada kasus AI di farm dan ini kejadian pertama, butuh konfirmasi lab dan panduan penutupan atau buka kembali. Itik mati massal di radius 2 kilometer dari farm, indikator outbreak regional.
Sebelum menelepon, catat: jumlah itik mati per hari, kapan mulai, obat yang sudah dipakai, dan perubahan pakan atau air seminggu terakhir. Data ini mempercepat diagnosa dan menghemat biaya kunjungan kedua.
Biaya Pencegahan vs Kerugian Outbreak
Hitungan kasar untuk 100 ekor Mojosari betina. Program vaksin lengkap setahun menelan biaya sekitar 250-400 ribu rupiah untuk AI dan Coryza, ditambah footbath dan desinfektan sekitar 100-150 ribu.
Outbreak ringan AI dengan kematian 20 ekor dalam 10 hari langsung menghilangkan 600 ribu rupiah nilai itik, di luar turunnya produksi telur dan biaya obat. Outbreak sedang dengan kematian 50 ekor naik ke 1,5 juta rupiah.
Pada titik impas mana pun, biaya pencegahan di bawah 10 persen dari potensi kerugian. Footbath dan semprotan desinfektan adalah investasi dengan pengembalian paling cepat di farm kecil.
Saat outbreak muncul, isolasi dulu, lalu telepon manajemen telur pascarecovery untuk persiapan pascasembuh.
Buka flock baru lewat cek modal awal 100 ekor dan pulihkan produksi dengan FCR dan target efisiensi pakan.







