Siap Pelihara Kucing Siapkan Pula Perawatannya

Tren memelihara hewan kesayangan tidak pernah habis. Apalagi kucing, rasanya hampir semua orang jika punya kesempatan akan senang pelihara kucing. Mulai dari beli kucing yang mahal, adopsi kucing, hingga merawat kucing liar yang akhirnya jadi keterusan. Seperti yang dilakukan Dwi Amanda Utami, cat lover yang baru awal tahun ini mulai pelihara kucing. Awalnya, kata wanita yang akrab disapa Manda ini, kucing yang dipeliharanya adalah kucing stray cat yang suka tinggal di kost-nya dan sering mengajaknya bermain.

Suatu hari Ia menemukan kucing liar ini sepertinya sakit karena terlihat lendir putih dari alat kelaminnya. Setelah 3 hari kucing tersebut tidak membaik dan lendir yang keluar makin banyak, Ia membawanya ke dokter hewan terdekat untuk dilakukan USG. Ternyata menurut dokter, kucing ini terkena penyakit Pyometra (timbunan nanah di rahim/ uterus) dan rahimnya infeksi sehingga harus segera dioperasi. Pasca operasi, dokter menyarankan agar kucing dirawat indoor dan tempat tinggalnya harus selalu steril agar lukanya tidak infeksi sehingga bisa sembuh sempurna. Sejak itu, Manda memutuskan untuk merawatnya di rumah hingga sekarang.

Jaga Kebersihan dan Adaptasi Kebiasaan Kucing

Akhirnya memutuskan pelihara kucing, Manda mengaku sangat senang. Namun menurutnya, ada beberapa hal yang harus disiapkan dengan cukup cermat agar kucing bisa nyaman dan tentunya terus sehat. Pertama, pastikan tersedia air minum bersih dan sering diganti. Kucing rentan sakit ginjal dan jika terkena sakit ginjal harus dioperasi dengan biaya yang cukup mahal. Manda juga menyiapkan litter box untuk tempat kucing buang air. Manda menjelaskan, Meng – nama si kucing – adalah stray cat yang awalnya tidak pernah buang air di litter box. “Tapi ketika sudah dirawat di rumah dan disiapkan litter box, secara naluriah si Meng langsung pip/ pup di situ. Mungkin secara insting kucing kalo ada litter box akan buang air disitu,” jelasnya. Ia menyarankan untuk rutin membersihkan litter box di pagi dan sore hari. Untuk pasirnya diganti seminggu sekali dan box-nya dibersihkan agar kucing nyaman dan tidak jadi sarang penyakit untuk kucing maupun sang empunya.

Kebiasaan kucing yang suka menggaruk barang, menjadi tantangan tersendiri bagi pemelihara kucing. Menurut Manda, diperingati pun kucing tidak peduli dan akan melakukannya lagi. Manda menyiasatinya dengan membeli cat scratcher yang banyak tersedia di e-commerce. “Kayaknya sudah kebutuhan alamiah kucing untuk ngasah kukunya. Kalau ga ada media, dia akan asah kukunya di furniture. Dengan adanya cat scratcher, maka kucing akan asah kukunya di situ. Ini yang Aku rasakan sejak beli, hampir 90% Meng ga pernah asah kukunya di furniture lagi,” klaim Manda.

Perawatan Kesehatan dan Pemilihan Pakan

Tidak seperti anjing,secara karakter kucing cenderung lebih pendiam. Terkadang hal ini membuat kucing telat ditangani jika terkena penyakit. Yang harus diperhatikan juga ternyata biaya ke dokter dan biaya pakan yang berkualitas tidak murah. “Terus terang sebagai perempuan, isu toksoplasma agak menghantui apakah Aku bisa tertular toksoplasma dari kucing peliharaan. Makanya Aku harus benar – benar memastikan kebersihan lingkungan dan makanan/minuman kucing Ku,“ tegas Manda.

Pasca kucingnya operasi, Manda mengaku cukup sering check up ke dokter hewan. Selain mengecek bekas jahitan operasi yang sempat terbuka lagi, Ia juga ingin memastikan luka kucingnya tidak infeksi. Setelah sembuh total, Manda juga langsung melakukan vaksin lengkap pada kucingnya yang harus diulang kembali setiap satu tahun.

Pet cargo untuk ke dokter hewan

Beberapa waktu lalu kucingnya juga sempat mengalami ada cacing di fesesnya dan fecesnya lembek. Oleh dokter diberi obat cacing biasa. Setelah 2 hari pup nya masih lembek dan kembali dibawa ke dokter. Kali ini dokter memberi antibiotik karena diperkirakan cacing di perutnya sudah banyak dan karena Meng adalah stray cat, maka obat telan saja tidak cukup. Setelah 5 hari tidak ada perubahan, Manda mencari tahu via internet terkait pakan khusus masalah pencernaan (gastrointestinal). “Setelah Ku ganti dengan pakan khusus gastrointestinal, dalam 2 hari fesesnya sudah normal,” klaim Manda. Selain itu, Ia juga mempelajari bahwa kucingnya harus diberi pakan grain free yaitu pakan yang tidak mengandung biji-bijian untuk menghindari masalah pencernaan lainnya.

Persiapan Meninggalkan Kucing di Rumah

Sebagai seorang peneliti dengan mobilitas yang cukup tinggi, tidak jarang Manda harus meninggalkan kucingnya di rumah. “Banyak yang bilang kucing ini sebenarnya hewan yang mandiri. Kalau Aku harus pergi, biasanya pagi hari sudah menyiapkan pakan serta minumnya. Litter box-nya juga dibersihkan. Kalau kira-kira perginya sampai sore/malam, makanannya disiapkan agak banyak (2 porsi makan). Jika ada orang di rumah, titip makanannya pada orang rumah supaya pakannya lebih fresh (tidak terangin – angin dari pagi),“ urainya.

Seperti saat ini, Manda harus meninggalkan kucingnya selama 3 bulan untuk tugas di luar negeri. Sempat terselip kekhawatiran kucingnya akan kabur karena mencari sang empunya dan juga merasa ditinggalkan. Menghindari hal tersebut, Manda menitipkan kucingnya kepada keluarga di rumah yang sebelumnya telah diperkenalkan dan dibiasakan terlebih dahulu agar Meng tidak kaget. Ia juga memberi informasi detail terkait takaran makan Meng, cara membersihkan kandang, mengajak mereka main dengan Meng, dll. “Tujuannya agar antara Meng dengan keluarga Ku sudah saling kenal dan mudah-mudahan bisa ada bonding. Aku juga persiapkan pakan, pasir, serta kebutuhan Meng untuk 3 bulan. Sebelum kita pergi lama, usahakan kucing sudah divaksin, diberi obat cacing dan obat kutu dan bawa ke dokter hewan agar kita yakin bahwa kucing dalam kondisi sehat,“ pungkasnya.

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 541