Pakan alami ikan patin dapat kita temukan disekitar kita. Jenis Fitoplankton dan Zooplankton adalah pakan alami patin yang dapat Anda gunakan sebagai pakan patin.
Kebutuhan pakan ikan patin sangatlah tinggi sehingga harus diimbangi dengan pakan buatan pabrik dan alami. Pakan pabrik berbentuk pelet dan pakan alami mencakup fitoplankon, bentos dan juga zooplankton.
Pakan untuk ikan patin berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Pembudidaya harus menyesuaikan kebutuhan pakan untuk larva ataupun ikan patin dewasa.
Lihat: Tips Cara Memelihara Ikan Patin
Pakan Alami Ikan Patin: Fitoplankton
Berikut ini beberapa makanan ikan patin dari jenis fitoplankton:
1. Alga Hijau
Alga hijau memiliki nama Chlorella sp. yang mampu beradaptasi dengan kondisi air baik air tawar ataupun air laut. Alga hijau merupakan salah satu jenis sel tunggal atau uniseluler yang hidup di iklim tropis dan melakukan fotosintesis.
Jenis dari fitoplankton ini mempunyai kandungan nutrisi sangat tinggi yakni pada chlorella 100 gram terdapat protein 50 persen, karbohidrat 20 persen, lemak 20 persen, vitamin, mineral dan asam amino. Sementara untuk kandungan vitamin yang tersedia pada chlorella adalah vitamin B1, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, biotin dan riblovlafin.
Cara melakukan budidayanya sangat mudah hanya butuh 5 sampai 7 hari saja. Sehingga akan mempermudah pembudidaya ikan patin untuk mendapatkannya.

2. Nannochloropsis oculata
Jenis pakan ikan patin dari fitoplankton salah satunya Nannochlorpsis oculata yang ada di air tawar ataupun payau. Pakan ini menyimpan kandungan baik yakni pigmen guna merangsang warna untuk ikan hias yang ada di air tawar seperti halnya astaxanthin, canthanxantin dan juga zeaxanthin.
Tumbuhan mikroalga ini memiliki ciri sel berwarna kehijauan, tidak motil serta tidak berflagel. Selnya mempunyai ukuran kecil berbentuk bola dan sangat populer untuk rotifer dan artemia.
3. Spirulina sp.
Spirulina masuk dalam kategori fitoplankton sebagai pakan alami ikan patin. Spirulina ini masuk dalam mikroalga hijau biru yang bentuknya spiral dengan ukuran panjang 100 mikron ataupun 0.1 mm.
Kandungan pigmen yang ada pada spirulina yakni pigmen hijau dan juga biru. Alga juga mengandung adanya pigmen warna kuning sebagai senyawa karotenoid seperti halnya xanthofilik dan juga ksantofilik.
Pakan Alami Ikan Patin: Zooplankton
Tidak hanya fitoplankton, zooplankton juga dapat dijadikan sebagai pakan untuk budidaya ikan patin. Berikut beberapa jenis zooplankton yang dapat dijadikan sebagai pakan bagi ikan patin:
1. Kutu Air
Kutu air memiliki nama ilmiah yakni Daphnia magna. Pada umumnya kutu air merupakan makanan bagi ikan yang berada di air tawar baik itu ikan hias ataupun ikan konsumsi.
Cara melakukan budidaya kutu air sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya perawatan lebih dan kutu air juga banyak di perairan dengan bentuk yang sangat kecil.
Sehingga banyak yang memanfaatkan kutu air sebagai pakan larva ikan patin. Dengan ukurannya yang kecil dapat menyesuaikan dengan bentuk mulut larva ikan patin.
Tubuh kutu air berbentuk lonjong, mempunyai ruas dan juga warnanya merah transparan. Di bagian kepala atas ada kepala lengkap dengan adanya alat hisap serta sensor.
Kandungan nutrisi untuk 1 gram Daphnia terdiri dari 4 persen protein, 0.5 persen lemak, dan 0.67 persen karbohidrat. Dengan demikian kandungan yang ada di dalamnya dapat mendukung pertumbuhan pada ikan patin.
2. Moina sp.
Pakan alami ikan patin lainnya yakni Moina sp. sebagai golongan dari udang yang berada di air tawar dari genus Cladocera. Moina sp. masuk dalam kategori filum Arthropoda dari kelasnya Crustacea dan sebagai organisme bersifat planktonik yang bergerak aktif menggunakan kaki renang.
Moina sp. merupakan jenis dari zooplankton yang ada di air tawar dan sering hidup di sungai, rawa-rawa, pari atau bahkan hanya air menggenang. Jenis zooplankton ini menjadi pakan alami bagi larva ikan patin karena sangat mudah untuk mendapatkannya.
Pakan untuk ikan patin yang sangat mudah didapatkan ini memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi. Terdapat beberapa peneliti yang mencoba penelitian mengenai pakan alami Moina sp. pada larva ikan.
Di dalamnya ada kandungan nutrisi berupa 37.4 persen protein, 13.29 persen lemak, 11 persen kadar abu dan 90.6 persen kadar air. Moina sp. biasanya dimanfaatkan untuk melakukan pembesaran pada larva ikan patin, baung, lele ataupun gurame.
3. Cacing Sutera
Cacing sutera atau dikenal dengan sebutan Tubifex sp. merupakan salah satu jenis pakan alami ikan patin. Cacing sutera banyak dicari oleh pembudidaya ikan karena menyimpan kandungan nutrisi sangat baik bagi pertumbuhan larva ikan patin.
Untuk menemukan cacing sutera juga tidak begitu sulit karena cenderung hidup di lumpur serta bahan organik. Berdasarkan ilmu taksonomi, cacing sutera merupakan salah satu golongan nematoda.
Cacing sutera juga disebut sebagai hewan yang memiliki tubuh lunak dan sangat lembut layaknya sutera. Bentuknya memanjang seperti rambut.
Keberadaan cacing sutera sangat populer di kalangan pembudidaya ikan patin. Sebab di dalam cacing sutera terdapat nutrisi sangat tinggi yakni protein 57 persen, lemak 13.30 persen, karbohidrat 2.04 persen, kadar air 87.7 persen, serta serat kasar 2.04 persen dan juga kadar abu 3.6 persen.
Tidak hanya itu, cacing sutera juga memiliki kandungan nutrisi lengkap berupa 13 macam asam amino yaitu 7 asam amino esensial serta 6 asam amino non esensial. Asam amino mempunyai peranan yang sangat besar dalam membantu perkembangan pada jaringan tubuh ikan.
Tubuhnya yang sangat lunak memberikan keuntungan bagi ikan patin karena tingkat daya cernanya bisa berjalan 24 jam. Maka dari itu cacing sutera dapat dijadikan sebagai pakan untuk larva ikan patin atau yang telah berusia dewasa.
Pakan Ikan Patin Tambahan dengan Racikan
Pemberian pakan bagi ikan patin benih dan dewasa memiliki porsi dan jumlah kandungan yang berbeda. Dengan demikian terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi pembudidaya dalam melakukan budidaya ikan patin.
Pakan ikan patin dewasa harus memenuhi kebutuhan akan protein, karbohidrat dan vitamin agar cepat besar. Jangan hanya memberikan pakan pokok saja namun juga penting untuk memberinya pakan tambahan.
Cara pemberian pakan tambahan untuk ikan patin bisa dengan mencampurkan bahan lain. Pakan tambahan tersebut bisa berupa tepung ikan 30 persen, tepung kedelai 25 persen, dedak halus 20 persen dan juga bungkil kelapa 25 persen.
Pembudidaya juga perlu memperhatikan cara pemberian pakan tambahan ini secara bertahap. Waktu memberi pakan untuk ikan patin bisa dengan menggunakan penjadwalan pagi, siang, sore dan malam hari.
Selain waktu pemberian pakan ikan patin juga perlu memperhatikan jumlah atau bobot ikan patin. Jumlah pakan yang akan diberikan baiknya berkisar di 5 persen dari berat total ikan patin di dalam kolam budidaya.
Fitoplankton dan Zooplankton sebagai Pakan Alami Ikan Patin
Selain pemberian Fitoplankton dan Zooplankton sebagai pakan alami tambahan ikan patin, Anda sebaiknya memberi pakan pabrikan agar ikan patin mendapatkan gizi dan protein yang lengkap untuk cepat besar.
Demikian beberapa pakan alami ikan patin yang dapat diberikan. Selain itu pembudidaya juga bisa mengimbanginya dengan pakan racikan guna melengkapi kebutuhan nutrisi ikan patin.






