Ikan patin masih ke dalam golongan keluarga dari ikan lele yang termasuk kanibal dan bahkan memangsa sesamanya. Jenis pakan ikan patin pun sangat banyak dan tergantung dari peternak budidaya yang memberikannya.
Meskipun demikian peternak tidak boleh sembarangan dalam memberikan makanan untuk ikan patin. Peternak harus memperhatikan kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan patin untuk membantu tumbuh kembangnya.
Jenis Pakan Ikan Patin Pokok dan Tambahan
Apabila ingin mendapatkan ikan patin berkualitas baik maka harus memperhatikan jenis makanan yang diberikan. Inilah beberapa jenis makanan yang bisa membantu ikan patin lebih sehat dan berkualitas bagus:
1. Cacing Sutera
Bagi peternak budidaya ikan patin pasti sudah mengetahui makanan alami yang satu ini. Cacing sutera merupakan makanan alami untuk ikan patin yang ukurannya sangat kecil.
Cacing sutera mempunyai tubuh lembut dan halus. Sementara itu bentuk tubuhnya memanjang mirip dengan rambut.
Ukurannya yang kecil membuat cacing sutera menjadi salah satu makanan larva ikan patin. Hal ini diberikan pada larva yang usianya 7 sampai 15 hari.
Cacing sutera yang diberikan pada larva ikan patin membuatnya mudah untuk memakan cacing. Karena ukuran mulut dari larva sesuai dengan ukuran cacing sutera tersebut.
Cara mendapatkan cacing sutera juga bukan perkara yang sulit untuk dilakukan. Banyak sekali cacing sutera yang hidup di perairan dangkal dengan sedikit berlumpur.
Namun apabila tidak ada waktu untuk mencarinya, cacing sutera dapat ditemukan dengan mudah di toko pakan ternak. Peternak dapat membelinya dalam bentuk kemasan kaleng yang sudah dibekukan.
2. Artemia
Ukuran artemia tidak jauh berbeda dengan cacing sutera yang terbilang sangat kecil. Bahkan jika peternak ingin mencarinya pun harus memiliki alat khusus mengingat ukurannya sangat kecil.
Artemia merupakan udang kecil asin yang mempunyai kandungan nutrisi protein tinggi. Artemia biasanya hidup di perairan dan mengambang.
Jenis pakan ikan patin ini lebih cocok diberikan pada larva yang usianya 7 hari. Sehingga akan lebih memudahkan dalam mengkonsumsinya karena mempunyai ukuran sesuai dengan mulut larva.
Artemia yang mengandung protein baik ini dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada ikan patin. Selain itu artemia dipilih sebagai makanan yang dapat diberikan pada ikan patin hias di akuarium.
Hal ini dikarenakan artemia tidak membuat air akuarium menjadi keruh. Jikalaupun bisa keruh sangat mudah membersihkannya karena sebagai makanan alami.

3. Kutu Air
Kutu air jenis Daphine sp. dan Moina sp merupakan salah satu jenis kutu air yang diberikan pada ikan patin. Kutu air menyimpan kandungan sangat baik bagi ikan patin guna membantu pertumbuhan lebih sehat dan berkualitas.
Tidak akan mudah mendapatkan kualitas patin yang berkualitas jika tidak diimbangi dengan pemberian makan yang tepat. Kutu air mengandung protein tinggi yang bagus untuk perkembanganya lebih cepat besar.
Cara menemukan kutu air pun sangat mudah hanya dengan mencarinya di air dangkal. Akan tetapi sekarang ini peternak sudah bisa langsung membelinya di toko akuarium atau pakan ternak.
4. Ikan Rucah
Jenis pakan ikan patin yang berkualitas baik adalah ikan rucah. Peternak dapat memberikan berbagai macam jenis ikan rucah pada ikan patin.
Terlebih bagi peternak ikan patin yang letaknya di sekitar laut akan bagus membuat tambah. Sebab ketersediaan pakan ikan rucah sangat banyak mengingat keberadaannya di lautan.
Untuk memberikan makanan ikan rucah ini tidak bisa langsung utuh. Peternak harus memotongnya menjadi bagian kecil yang disesuaikan pada ukuran mulut ikan rucah.
Sehingga ikan patin bisa menelannya dengan baik dan menambah nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan patin. Sebab ikan rucah mengandung nutrisi bagus untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ikan patin.
Ikan rucah mengandung protein 59 persen, lemak kasar 6.5 persen, abu 28 persen dan serat kasar. Kandungan tersebut dapat membuat ikan patin lebih sehat dan berkualitas.
Lihat: Cara Membuat Makanan Ikan Patin Mandiri dari Bahan Alami
5. Ampas Tahu
Apabila peternak berada di kawasan produksi pembuatan tahu maka akan sangat mudah untuk mendapatkannya. Ampas tahu mempunyai kandungan yang sangat baik bagi menunjang pertumbuhan ikan patin.
Ampas tahu merupakan jenis pakan ikan patin sebagai tambahan atau alternatif. Sehingga tidak dijadikan untuk makanan pokok mengingat ketersediaannya tidak selalu ada.
Kandungan yang ada dalam ampas tahu berupa 26 persen protein, 18 persen lemak, 29 persen serat kasar, 40 persen karbohidrat dan 5 persen abu. Dengan kelengkapan nutrisi menjadikan nutrisi ikan patin terpenuhi.
6. Dedak Halus
Dedak halus menjadi salah satu makanan bagi ikan patin yang diperuntukkan bagi ikan dewasa. Meskipun halus namun larva ikan patin belum bisa mengkonsumsinya dan di usia itu cenderung lebih ke karnivora ketimbang omnivora.
Dedak halus tidak bisa dengan membuatnya sendiri karena akan memakan waktu sehingga harus membelinya jika memang budidaya ikan patin memiliki jumlah sangat banyak. Kandungan dedak halus berupa 12.9 persen protein, 13 persen lemak dan 11.4 persen serat kasar.
Lihat: Cara Cepat Membesarkan Ikan Patin
7. Tepung Ikan
Jenis pakan ikan patin terbaik yang mengandung nutrisi bagi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Tepung ikan sebagai makanan tambahan yang menunjang kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan patin.
Kandungan yang ada di dalam tepung ikan seperti halnya lemak, protein dan kadar air. Persentase kandungannya terdapat 67 persen protein, 1.5 persen lemak, 12 persen kadar air.
8. Tepung Singkong
Tidak hanya tepung ikan, pemilihan tepung singkong pun juga dapat membantu untuk mendapatkan ikan patin yang sehat dan berkualitas. Tepung singkong ini tidak dijadikan sebagai makanan pokok, namun hanya sekedar tambahan ataupun alternatif saja.
Pemberian tepung singkong dapat dilakukan dengan mencampurkan bersama bahan makanan lain. Kandungannya berupa 26 persen protein, 18 persen lemak, 41 persen karbohidrat, 30 persen serta dan 5 persen abu.
9. Pelet Khusus Ikan Patin
Jenis pakan ikan patin yang lainnya adalah pelet khusus untuk ikan patin. Pelet merupakan sejenis makanan buatan dari pabrik atau membuatnya sendiri.
Untuk pelet dari pabrikan sudah dibuat dengan kandungan nutrisi lengkap di dalamnya. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan patin.
Proses pembuatannya pun melalui beberapa tahap yang membuatnya dijamin dari segi kualitas. Maka tidak heran jika harganya pelet ikan cukup mahal di pasaran.
Bagi peternak yang melakukan budidaya ikan patin dalam jumlah banyak harus mempertimbangkan dengan baik. Sebab dengan sepenuhnya memberikan makanan pelet bagi ikan patin maka akan membuat pengeluaran menjadi membengkak dan kecil kemungkinan mendapat keuntungan.
Maka peternak perlu memberikan makanan pelet yang dicampur bersama bahan pakan dengan harga lebih murah. Salah satunya bersama bahan makanan alami yang mudah didapatkan dan harganya cukup terjangkau.
Pakan Patin Utama
Pakan pabrik menyediakan pakan patin utama yang lengkap dengan kebutuhan gizi dan protein ikan patin. Dengan memberikan pakan pabrikan, budidaya ikan patin akan menghasilkan panen yang maksimal dan ikan patin yang sehat.
Lihat: Cara Budidaya Ikan Patin
Itulah beberapa jenis pakan ikan patin yang dapat digunakan oleh peternak. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu perkembangan pada ikan patin.






