Ikan Patin PUSTINA Cepat Tumbuh dan Lebih Tahan Penyakit

Patin PUSTINA, Cepat Tumbuh dan Lebih Tahan Penyakit

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan terobosan dengan mencanangkan Program Kampung Perikanan Budidaya. Kampung Patin, merupakan salahsatu yang terpilih dan berlokasi di Kabupaten Kampar, propinsi Riau. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan indukan ikan patin PUSTINA yang merupakan strain patin yang sudah dibuktikan melalui ujicoba selama 3 generasi.

Mengutip dari laman YouTube Budidaya KKP, Kepala BPBAT Sungai Gelam Jambi Andy Artha Donny Oktopura menyampaikan keunggulan patin Pustina adalah jenis ikan patin yang cepat tumbuh, karena merupakan hasil rekayasa genetika melalui proses pemuliaan yang dilakukan tim dari BPBAT Sungai Gelam Jambi. Ikan ini, lanjut Andy, juga mempunyai ketahanan yg lebih kuat terhadap penyakit dan kemampuan adaptif terhadap lingkungan.Sehingga dengan penggunaan induk unggul patin PUSTINA ini bisa menghasilkan benih-benih unggul yang akan memberikan keuntungan bagi pembudidaya ikan,” klaimnya.

Adapun keuntungan yang akan dirasakan pembudidaya diantaranya bisa cepat panen sehingga akan menekan cost produksi, tahan terhadap penyakit sehingga Survival Rate (SR) lebih tinggi yang akan membuat produktifitasnya lebih meningkat. Dan terakhir,dapat menurunkan FCR pakan, yang mana pakan menjadi salahsatu cost terbesar dalam produksi patin. “Kita harapkan dengan menggunakan patin PUSTINA , masyarakat dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” harapnya.

Ikan Patin PUSTINA Cepat Tumbuh dan Lebih Tahan Penyakit
Ikan Patin PUSTINA Cepat Tumbuh dan Lebih Tahan Penyakit | foto: Budidaya KKP

Integrasi Hulu – Hilir

Salah satu permasalahan dalam pengembangan perikanan budidaya adalah bagaimana mengkoneksikan antara hulu dan hilir. Tapi ternyata, menurut Andy, di kawasan ini sudah ada pengolahan untuk hilirisasi hasil panen ikan patin. “Sehingga patin-patin yang ada disini tidak hanya terbatas untuk konsumsi saja tapi bisa diolah menjadi salai,” terangnya.

Saat ini, produksi patin di Kampung Patin bisa mencapai 10 ton per hari dan sudah berada di dalam suatu kawasan yang terintegrasi antara hulu dan hilirnya. “Jadi saya yakin dengan sudah adanya embrio ini maka pengembangan budidaya patin di Kampar ini akan sukses dan akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,”kata Andy.

Sementara itu, turut hadir Direktur Pakan dan Obat Ikan KKP Ujang Komarudin yang menyampaikan, tujuan dari program terobosan kegiatan kampung budidaya adalah untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada di masyarakat khususnya di bidang perikanan budidaya untuk bisa meningkatkan produksi perikanan budidaya, mengentaskan kemiskinan, juga melestarikan ikan-ikan endemik local yg ada di suatu daerah.

Sumber: Youtube Channel Budidaya KKP

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 541