Lele yang tiba-tiba ngeramaikan permukaan kolam, bergerombol di sudut, atau terlihat “berdiri” di dasar – itu bukan perilaku biasa. Itu sinyal darurat bahwa ada yang salah dengan air kolammu. Masalahnya, banyak peternak menganggap remeh gejala ini sampai ikan mulai mati satu per satu.
Kenyataannya: 70% kasus kematian massal lele dimulai dari gejala yang diabaikan di permukaan air. Bukan penyakit yang membunuh langsung – tapi oksigen yang hilang, amonia yang naik, dan stres yang menumpuk selama berhari-hari tanpa kamu sadari.
Oksigen Terlarut Rendah: Pembunuh Senyap di Kolam Lele
Oksigen terlarut (DO) adalah nyawa ikan lele. Kalau DO turun di bawah 2 ppm, ikan langsung stres – mereka naik ke permukaan, menggapai-gapai udara, atau bergerombol di sudut kolam yang lebih dangkal. Di atas 3 ppm, lele makan seperti biasa dan tumbuh cepat.
Yang bikin DO turun biasanya tiga hal: kepadatan ikan terlalu tinggi, sisa pakan dan feses yang menumpuk di dasar, atau suhu air yang naik drastis di siang hari. Padat tebar ideal untuk pembesaran lele itu 50-100 ekor per meter persegi. Kalau kamu tebar 200 ekor per meter, jangan kaget kalau ikan saling berebut oksigen setiap malam.
Gejala Aeromonas sering ikut muncul kalau DO sudah lama rendah – ikan yang stres daya tahan tubuhnya turun, bakteri mudah masuk.
Amonia di Atas 0,1 ppm: Racun yang Bikin Lele Terbakar
Sisa pakan yang mengendap di dasar kolam bukan cuma boros – itu berubah menjadi amonia. Setiap 1 kg pakan yang tidak termakan menghasilkan sekitar 25-30 gram amonia. Dalam hitungan hari, konsentrasi amonia bisa naik dari 0.05 ppm ke 0.5 ppm – dan di angka itu, insang lele mulai terbakar.
Ikan yang keracunan amonia biasanya terlihat bergerak lambat, warna badan lebih gelap, dan sering berdiam di dasar kolam. Kalau kamu lihat lele “bunyi” di dasar – diam, tidak banyak bergerak, tapi insangnya cepat – cek amonia dulu sebelum kira-kira itu penyakit.
Solusi sederhana: ganti air 20-30% setiap 3-4 hari, pastikan sistem aerasi jalan 24 jam, dan jangan kasih pakan lebih dari yang bisa habis dalam 30 menit.

Penyakit Bakteri: Aeromonas dan Streptococcus Menyerang Ikan Stres
Kalau DO dan amonia sudah kamu kendalikan tapi lele masih “bunyi” di dasar – kemungkinan besar sudah ada infeksi bakteri. Aeromonas hydrophila adalah bakteri yang paling sering menyerang lele stres. Gejalanya: luka merah di badan, sisik lepas, perut bengkak, dan ikan bergerak tidak teratur.
Streptococcus juga sering menyerang – gejalanya lebih parah: mata menonjol, berputar-putar, dan luka di kepala. Kedua bakteri ini berkembang biak cepat di air kualitas buruk. Penularan bisa mencapai 20-30% populasi dalam 3-5 hari kalau tidak ditangani.
Kolam terpal vs kolam beton juga berpengaruh – kolam terpal cenderung lebih sulit menjaga kualitas air stabil karena volume air lebih sedikit.
Checklist Harian: 2 Menit untuk Cegah Bencana
Sebelum kasih pakan pagi, lakukan tiga hal ini. Cuma butuh 2 menit, tapi bisa selamatkan seluruh populasi kamu:
Pertama, lihat permukaan air. Kalau ada ikan yang bergerombol atau menggapai-gapai – DO rendah. Nyalakan aerasi tambahan, kurangi pakan hari ini.
Kedua, cek warna dan bau air. Air hijau tua atau berbau menyengat = amonia naik. Ganti air 30% hari ini juga.
Ketiga, amati 5-10 ekor ikan dari dekat. Kalau ada yang luka, sisik lepas, atau berenang tidak biasa – isolasi segera, jangan tunggu menyebar.
Kapan Harus Bertindak – dan Kapan Cukup Tunggu
Tidak semua lele yang “bunyi” di dasar butuh obat. Kalau masalahnya DO rendah, aerasi tambahan dan ganti air biasanya cukup dalam 24 jam. Kalau masalahnya amonia, kurangi feeding rate ke 2% dari biomassa per hari sampai air membaik.
Tapi kalau sudah ada gejala luka, sisik lepas, atau ikan berputar – itu sudah infeksi bakteri. Jangan kasih antibiotik sembarangan. Pisahkan ikan sakit, perbaiki air, dan konsultasi ke penyuluhan terdekat. Antibiotik yang salah dosis justru bikin bakteri resisten dan mati semua.
Intinya: lele yang “bunyi” di dasar kolam itu sedang berteriak minta tolong. Cek air dulu – DO, amonia, suhu. Kalau air sudah baik tapi gejala tetap lanjut, baru pikirkan penyakit. Urutan ini yang menyelamatkan kolammu dari kerugian besar.







