Tambahan Kacang Ratu BW pada Pakan, Tingkatkan Nutrisi Telur

Isu stunting atau kekerdilan masih menjadi isu yang sering terdengar di kalangan Ibu-ibu yang memiliki balita dan masih menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan yang ada. Faktanya, menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan sebagaimana dirilis oleh stunting.go.id, angka prevalensi stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 %, angka ini menurun 6,4 % dari 30,8 % pada 2018.

Menurut Bambang Suwignyo, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, stunting biasanya berkaitan dengan kekurangan mineral tertentu yaitu zink (seng), untuk membantu pertumbuhan dan beragam fungsi lainnya dalam tubuh. “Biasanya para tenaga kesehatan dari dinas atau kementerian kesehatan melakukan pendekatan dengan fortifikasi atau dengan melakukan penyuntikan zink ke anak. Kebanyakan orang menganggapnya obat. Sementara substansinya adalah agar zink itu masuk ke dalam tubuh anak atau ibu hamil,” jelas dia.

Bambang pun mencari cara lain agar unsur Fe dan Zn dapat masuk ke tubuh anak dan ibu hamil dengan cara yang lebih alami melalui makanan misalnya. Salah satu bahan pangan yang terlintas dalam benaknya adalah telur. Ia menilai telur merupakan salah satu makanan yang mengandung nutrisi lengkap, dalam hal ini ada pada kuningnya, karena telur sejatinya telah didesain sedemikian rupa guna mempersiapkan kehidupan baru.

Pihaknya berharap dengan nutrisi dalam telur yang ditingkatkan, ketika seseorang anak atau ibu hamil makan telur sebenarnya mereka tidak sekedar makan telur saja, namun mereka akan mendapatkan nutrisi lengkap lainnya termasuk Fe (zat besi) dan Zn (zat zink/seng).

Manfaat Tanaman Kacang Ratu BW

Guna menghasilkan telur yang kaya akan Fe dan Zn ini, Bambang hanya menambahkan tanaman kacang ratu BW yang disingkat karib, sebagai campuran pakan ayam kampungnya. Tidak ada hal rumit dalam mencampurkan kacang ratu BW ini. Seluruh bagian dari tanaman dapat dimanfaatkan sebagai campuran pakan. Peternak pun tidak perlu khawatir akan anti kualitas pakan, kacang ratu BW dapat digunakan dalam berbagai kondisi, baik segar, kering matahari atau kering oven. Bambang mengklaim tidak ada penurunan kualitas nutrisinya.

Tanaman kacang ratu BW. Foto dok : Bambang Suwignyo

Bambang menerangkan, kacang ratu BW ini mengandung tinggi mineral termasuk di dalamnya ada Fe dan Zn. Setelah diberikan ke ayam, berbeda dengan ayam lainnya ternyata hasil telurnya memiliki kandungan Fe dan Zn tinggi yang dibutuhkan anak-anak dan Ibu hamil. Sejak dikembangkan pada Desember 2021 hingga Januari 2022, telur yang diberi nama Telur Karib ini telah digunakan sebagai intervensi pada Ibu hamil di Puskesmas Tempel Sleman. Selain itu, kacang ratu BW mengandung nutrisi lengkap, dan memiliki antioksidan tinggi. Tak hanya Fe dan Zn saja yang meningkat, di dalam telur ayam yang diberi pakan kacang ratu BW juga mengandung antioksidan yang tinggi.

Tak perlu risau, kacang ratu BW dapat dicampurkan langsung dengan pakan dari pabrik tanpa perlu ada perlakuan khusus. “Kalau di farm saya, tidak masalah. Habis juga ternyata. Palatabilitas pakannya tinggi. Sebenarnya kacang ratu BW ini tidak hanya saya coba di petelur, untuk pedaging juga bisa. Cuma untuk pedaging belum digunakan untuk produksi. Kalau yang petelur sudah,” imbuh Bambang.

Mengutip dari pertanian.sariagri.id, kacang Ratu BW merupakan pengembangan dari tanaman kacang ratu varian tropis yang cocok dikembangkan di pertanian Indonesia. Kementerian Pertanian secara resmi memberi nama kacang ratu inovasi Bambang Suwignyo dengan nama Kacang Ratu BW, dimana BW berasal dari inisial Bambang Wignyo. Saat ini, Kacang Ratu BW baru dikembangkan pada 3 kelompok ternak yang ada di Sleman dan Kulonprogo. Ia ingin agar kacang ratu BW menyebar layaknya virus ke berbagai daerah dari ketiga kelompok yang ia bina. Ia yakin kacang ratu BW dapat dimanfaatkan untuk aneka ternak lainnya.

Peternak Makin Untung

Bambang yang telah memproduksi sendiri telur karib ini mengatakan ada keuntungan ekonomi yang didapatkan. Karena telur ini dapat dijual dengan harga lebih tinggi dari telur ayam kampung lainnya. Sebagai perbandingan, telur ayam kampung biasa dari peternak di beli oleh pengepul di harga Rp1.500 per butir, bahkan hanya dihargai Rp1.200 – 1.300 per butir jika dianggap berukuran kecil oleh pembeli. Tetapi jika peternak mampu menjual langsung ke konsumen akhir, harga dapat mencapai Rp2.100 – 2.500 per butir. Penjualan telur karib yang dilakukan oleh Bambang langsung menyasar ke konsumen akhir sehingga harga yang didapat pun kompetitif dan selalu terjual habis.

Ia menjual telur karib salah satunya melalui teman-teman yang bergerak di bidang kesehatan dengan program pemberian makanan tambahan. “Kita jual di atas Rp2.000 per butir pastinya. Untuk ukuran telur ayam kampung, 1 kg telur bisa 25 butir. Selama ini saya jual di atas 2.000 per butir. Jika diestimasikan per kg jadi Rp50.000. Sementara sekarang harga telur ayam petelur di kisaran Rp25.000 – 26.000 per kg. Hampir 2 kali lipatnya,” pungkas dia. (RZ)

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 523