Bebek petelur umur 30 minggu bisa bertelur 7 sampai 8 butir dari setiap 10 ekor per hari. Angka ini menjadi patokan paling mudah untuk menilai apakah ternak masih dalam masa emas atau sudah masuk masa akhir. Peternak yang paham rentang ini tidak menebak, ia menghitung.
Umur produktif bebek petelur yang ideal berlangsung dari umur 30 sampai 80 minggu. Pada rentang ini produksi stabil di 65 sampai 80 persen, lalu turun perlahan sampai 50 persen di ujung siklus. Keputusan afkir yang tepat menjaga margin, bukan sekadar mengikuti umur kalender.
Kapan Bebek Petelur Mulai dan Mencapai Puncak Produksi
Bebek dara mulai bertelur pada umur 20 sampai 22 minggu. Produksi awal masih kecil, sekitar 20 sampai 30 persen, dengan ukuran telur belum seragam.
Produksi naik cepat setelah umur 26 minggu. Hormon reproduksi matang, folikel berkembang berlapis, ovulasi terjadi hampir tiap hari. Kebutuhan protein naik ke 17 sampai 19 persen dan kalsium ke 3 sampai 4 persen pada fase ini.
Puncak produksi tercapai pada umur 30 sampai 40 minggu. Peternak yang mencatat harian akan melihat angka 70 sampai 80 persen bertahan 2 sampai 3 bulan. Ini masa emas, setiap kilogram pakan kembali paling besar dalam bentuk telur.
Aturan lapangannya sederhana. Kalau bebek umur 24 minggu belum menyentuh 50 persen, cek pakan dan cahaya. Kalau sudah 35 minggu dan stabil di 75 persen, pertahankan pola yang sama dan jangan ubah formula mendadak.
Umur Produktif Ideal: 30 Sampai 80 Minggu
Masa produktif ekonomis bebek petelur berkisar 12 sampai 18 bulan bertelur. Dihitung dari mulai bertelur umur 5 bulan, batas ekonomis jatuh pada umur 17 sampai 23 bulan.
Setelah umur 50 minggu produksi turun 2 sampai 5 persen setiap bulan. Penurunan ini wajar karena cadangan tubuh terkuras dan efisiensi serapan kalsium melemah. Telur perlahan mengecil dan cangkang menipis.
Peternak menghadapi pilihan nyata di titik ini. Bertahan sampai 24 bulan memberi telur 50 sampai 60 persen tanpa biaya bibit baru, tetapi FCR bebek petelur memburuk karena pakan yang sama menghasilkan telur lebih sedikit.
Keputusan yang sehat memakai angka, bukan perasaan. Lanjut satu siklus tambahan hanya masuk akal jika harga telur stabil dan biaya pakan per butir masih di bawah harga jual. Kalau margin sudah nol dua minggu beruntun, afkir lebih murah daripada bertahan.

5 Ciri Akhir Siklus yang Wajib Diwaspadai
Ciri pertama adalah produksi stabil di bawah 50 persen selama 3 sampai 4 minggu. Bukan turun sehari lalu naik lagi, melainkan datar rendah walau pakan dan air sudah benar.
Ciri kedua adalah cangkang tipis dan mudah retak walau kalsium pakan cukup. Ini tanda cadangan mineral tulang menipis dan saluran telur melemah karena umur. Sortasi retak naik di atas 10 persen menjadi alarm.
Ciri ketiga adalah bulu kusam dan rontok tidak serempak. Bebek tua merontokkan bulu lebih lama, nafsu makan naik tetapi telur tidak ikut naik. Pakan terbuang untuk menumbuhkan bulu, bukan telur.
Ciri keempat adalah ukuran telur tidak seragam, kecil bercampur besar dalam satu hari. Ciri kelima adalah jarak tulang pubis menyempit di bawah dua jari, tanda saluran reproduksi menyusut. Jika tiga dari lima tanda muncul bersamaan, jadwalkan afkir dalam sebulan.
Cara Menghitung Momen Afkir yang Tepat
Rumusnya ringkas. Catat pakan harian satu ekor, biasanya 140 sampai 160 gram. Kalikan harga pakan per kilogram, lalu bagi dengan tingkat produksi hari itu.
Contohnya begini. Pakan Rp7.000 per kilogram, konsumsi 150 gram berarti Rp1.050 per ekor per hari. Pada produksi 70 persen, biaya pakan per butir sekitar Rp1.500.
Pada produksi 40 persen, biaya per butir melonjak ke Rp2.625.
Bandingkan angka itu dengan harga jual telur. Kalau biaya pakan per butir sudah melampaui 80 persen harga jual selama dua minggu, kandang berjalan di tempat. Data kebutuhan protein bebek petelur membantu memastikan penurunan bukan sekadar defisiensi protein sebelum memutuskan afkir.
Langkah besok pagi jelas. Timbang pakan, hitung telur, bagi dua angka itu. Hasilnya di bawah harga jual berarti masih layak jalan, hasilnya di atas harga jual berarti siapkan afkir.
Setelah Afkir: Opsi Ganti atau Perpanjang Satu Siklus
Opsi pertama adalah ganti bibit baru umur 5 bulan. Modal lebih besar di depan, tetapi produksi kembali ke 70 persen dalam sebulan. Cocok saat harga telur sedang bagus.
Opsi kedua adalah perpanjang satu siklus pendek lewat rontok bulu terprogram. Produksi berhenti 4 sampai 6 minggu, lalu naik lagi ke 55 sampai 60 persen selama 4 sampai 5 bulan. Risikonya nyata, sekitar 5 sampai 10 persen bebek tidak kembali bertelur normal.
Jangan memaksa perpanjang dua kali. Siklus kedua yang dipaksakan memberi telur kecil, cangkang rapuh, dan kematian mendadak lebih tinggi. Konsultasikan ke mantri hewan atau teknisi lapangan sebelum menjalankan program rontok bulu, terutama jika riwayat penyakit pernapasan pernah muncul di kandang.
Prinsip akhirnya pendek. Afkir saat angka menyuruh afkir, ganti saat modal siap, perpanjang hanya jika paham risikonya. Bebek yang diganti tepat waktu memberi untung lebih besar daripada bebek tua yang dipertahankan karena sayang.







