Bebek Pekening vs Mojosari vs Maju Tereggalek: Produksi Telur

Tiga varietas itik lokal yang paling sering dibicarakan peternak komersial, yaitu bebek petelur Pekening, Mojosari, dan Maju Tereggalek, menghasilkan 180 sampai 270 butir telur per ekor per tahun pada pemeliharaan yang benar.

Angka itu sudah termasuk masa puncak bertelur dan masa turun di akhir siklus.

Angka produksi telur tahunan ketiga varietas

Pekening memegang rekor produksi tertinggi, 250 sampai 270 butir per ekor per tahun.

Mojosari menyusul dengan 220 sampai 260 butir, sedikit di bawah Pekening tapi selisihnya tipis pada pemeliharaan yang benar.

Maju Tereggalek ada di 180 sampai 220 butir per ekor per tahun, lebih rendah di angka absolut.

Bobot telur juga beda. Mojosari bertelur 65 sampai 70 gram, Maju Tereggalek 60 sampai 65 gram, Pekening 60 sampai 68 gram. Selisih 5 sampai 10 gram ini terasa saat penjualan eceran, walau belum terasa kalau jual kiloan ke pengepul.

Puncak produksi jatuh pada umur 7 sampai 9 bulan untuk Pekening dan Mojosari. Maju Tereggalek lebih lambat, baru puncak di umur 8 sampai 10 bulan karena latar belakangnya itik gembala.

bebek pekening mojosari maju tereggalek
Perbandingan produksi telur tiga varietas itik lokal: Pekening, Mojosari, dan Maju Tereggalek.

Asal-usul genetik dan bentuk tubuh pembanding

Pekening berasal dari Tegal, Jawa Tengah. Tubuh relatif besar, postur lebih tegak, dan paruh berwarna kekuningan dengan kaki jingga gelap.

Mojosari dari Mojokerto, Jawa Timur. Hasil persilangan itik lokal dengan Alabio yang dilakukan petani secara turun-temurun.

Maju Tereggalek dikembangkan di Bali dari itik lokal Bali. Tubuh lebih kecil dan ramping, kaki lebih pendek.

Mojosari yang berdarah Alabio punya mekanisme adaptasi lebih luas. Alabio membawa gen tahan panas dan efisien pakan, sementara Mojosari bawaan lokal menambah daya tahan terhadap pakan sederhana.

Efek langsungnya: Mojosari tetap stabil produksi di dataran rendah yang panas dan di dataran sedang yang lebih sejuk. Pekening, yang tidak punya darah Alabio, performanya turun di luar radius Tegal.

Maju Tereggalek mewarisi perilaku foraging yang kuat dari moyangnya itik Bali. Ini konsekuensi sekunder yang menguntungkan saat digembalakan, tapi merugikan kalau dipaksa makan dari tempat pakan saja.

Tindakan praktisnya: saat sortasi calon induk, pilih Mojosari untuk program DOD skala luas, Pekening untuk pasar eksklusif Tegal dan sekitarnya, Maju Tereggalek untuk Bali dan Nusa Tenggara.

Adaptasi iklim, sistem pemeliharaan, dan FCR

Peternak Blitar, Lamongan, dan Banyuwangi yang uji coba tiga varietas ini di ketinggian 0 sampai 300 mdpl konsisten melaporkan Mojosari paling adaptif.

Mojosari menjaga produksi di atas 60% HD pada suhu 28 sampai 32 derajat Celsius. Pekening turun ke 50 sampai 55% HD di suhu yang sama di luar area asalnya.

Maju Tereggalek paling cocok di sistem gembala dengan pagar hidup atau sawah dangkal. FCR lebih boros di sistem intensif, bisa 3,2 sampai 3,5 banding Pekening di 2,9 sampai 3,1.

Untuk dataran sedang di bawah 700 mdpl, Mojosari dan Pekening sebanding kalau kualitas pakan lapisan dijaga di 17 sampai 18% protein.

Maju Tereggalek unggul di dataran Bali dan Nusa Tenggara dengan hijauan melimpah. Kalau dipindah ke sistem baterai penuh di Jawa, produksi telur turun 15 sampai 20%.

Aturan lapangannya: pilih varietas dari kombinasi ketinggian, suhu, dan cara pemberian pakan, bukan hanya angka produksi di brosur.

Detail tentang umur produktif bebek petelur ideal dan ciri akhir siklus sangat ditentukan oleh kecocokan varietas dengan lingkungan.

Kelebihan, keterbatasan, dan aturan pilih per profil usaha

Pekening unggul di produksi puncak, tapi adaptasi sempit dan butuh pakan berkualitas premium.

Mojosari seimbang: produksi tinggi, adaptasi luas, gampang didapat di pasar DOD nasional.

Maju Tereggalek adaptif untuk sistem gembala, tapi produksi lebih rendah dan pasar telur ecerannya belum sekuat dua varietas sebelumnya.

Pemula dengan modal 100 ekor sebaiknya mulai dari Mojosari. Risiko gagal adaptasi paling kecil dan DOC mudah dicari.

Peternak berpengalaman di Tegal dan sekitarnya yang punya pasar telur khusus bisa ambil Pekening. Margin per butir lebih tinggi di pasar eksklusif.

Peternak Bali dan Nusa Tenggara dengan lahan gembala atau pagar hidup cocok pilih Maju Tereggalek.

Hitungan modal budidaya bebek petelur 100 ekor dengan sistem gembala biasanya lebih rendah karena biaya pakan diganti hijauan.

Tiga aturan singkat: cocok iklim dulu, cocok sistem kedua, produksi puncak ketiga. Urutan ini menentukan apakah puncak 250 butir benar-benar tercapai atau hanya jadi angka di atas kertas.

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 730