Cara memijahkan ikan lele akan menentukan bagaimana ikan tersebut berkembang biak. Terdapat 4 cara pemijahan yang dapat Anda pilih untuk melakukannya. Semuanya tentu saja tergantung dengan kebutuhan serta sarana dan prasarana yang dimiliki.
4 Cara Memijahkan Ikan Lele
Pada umumnya hampir seluruh petani ikan lele dapat menggunakan salah satu dari cara memijahkan ikan lele yang ada. Pilihannya adalah secara alami atau dengan intensif. Tentu saja semuanya memiliki prosedur sendiri yang harus dikuasai sebelum melaksanakannya.

Pemijahan Ikan Lele Secara Alami
Anda perlu memilih calon indukan betina dan jantan yang memiliki ukuran seimbang. Lalu masukkanlah ke dalam kolam pemijahan yang telah disiapkan dalam kondisi idealnya. Aturlah kecepatan aerator untuk memasukkan oksigen lebih banyak pada air kolam tersebut.
Selama proses pemijahan secara alami maka kolam yang digunakan harus ditutup permukaannya agar induk tidak dapat meloncat keluar. Setelah pemijahan selesai akan terlihat telur berwarna transparan yang menempel pada kakaban. Setelah selesai proses tersebut segera angkat kedua indukan agar tidak memakan telur yang telah dihasilkan.
Memijah Lele dengan Metode in Vitro
Anda perlu mengorbankan ikan lele jantan ketika menggunakan metode in Vitro. Setelah ikan jantan dibunuh maka spermanya diambil dan disatukan dengan sel telur ikan betina pada sebuah tabung atau wadah. Pastikanlah agar semua peralatan yang digunakan steril agar terbebas dari jamur dan bakteri.
Campuran sel telur dengan sperma tersebut diadakan diaduk secara perlahan dengan bulu ayam lalu diencerkan dengan air bersih. Selanjutnya dimasukkan ke dalam kolam penetasan menggunakan bulu ayam. Gunakanlah aerator yang sesuai untuk meningkatkan jumlah oksigen pada kolam penetasan.
Selama proses tersebut aturlah daya dorong aerator agar tepat jangan sampai terlalu besar ataupun terlalu kecil. Tujuannya agar telur tidak berguncang dan menjaga kondisi kolam penetasan dalam keadaan ideal hingga Larva ikan lele menetas sempurna.
Pemijahan Ikan Lele dengan Penyuntikan Hipofisa
Proses penyuntikan hipofisa ini dilakukan sebelum adanya proses pemijahan pada induk jantan maupun betina. Fungsinya adalah untuk merangsang pertumbuhan serta kematangan sel telur pada keduanya sehingga akan dihasilkan perolehan yang maksimal.
Kelenjar hipofisa yang akan disuntikkan diperoleh dari ikan donor yaitu lele atau ikan mas yang telah dewasa. Pastikan bahwa donor tersebut memiliki ukuran yang sama dengan berat induk yang Akan disuntik. Tujuannya untuk memastikan bahwa kelenjar hipofisa yang disuntikkan pada calon indukan merupakan dosis yang tepat.
Kelenjar hipofisis sebelum disuntikkan harus digerus sampai harus terlebih dahulu dan diencerkan dengan aquades steril atas sebanyak 2 ml. Selanjutnya dikocok sampai larut dan dibiarkan 5 menit hingga cairan memisah. Cairan jernih diambil menggunakan alat suntik dan disuntikkan melalui punggung pada induk pemijahan.
Memijah Ikan Lele dengan Penyuntikan Hormon Perangsang
Hormon perangsang yang akan disuntikkan pada lele antara lain adalah ovaprim yang cara kerjanya adalah dengan mempengaruhi kelenjar hipofisa untuk merangsang pertumbuhan serta kematangan sel telur pada lele betina.
Cara ini mensyaratkan agar calon indukan betina dan jantan sudah mengalami kondisi yang matang gonad. Jika menggunakan ovaprim maka perlu diberikan dosis dengan kisaran 0,3 sampai 0,5 ML per kg berat indukan lele. Selanjutnya Kedua jenis lele tersebut dicampurkan dalam pemijahan secara alami.
Lihat: Panduan Cara Ternak Ikan Lele
Cara Pemijahan Ikan Lele Dengan Benar
Anda dapat memilih cara memijahkan ikan lele yang paling sesuai untuk memenuhi tujuan dari budidaya ikan tersebut.
Tentu saja semuanya harus dipertimbangkan keuntungan yang akan didapatkan jika menggunakan salah satu metode itu.
Pastikanlah pemanfaatannya tepat dan akan meningkatkan hasil panen di masa mendatang.






