Broiler atau ayam pedaging masih menjadi salah satu komoditi ternak yang digandrungi sebagai investasi. Sebab, broiler memiliki masa panen yang tergolong cepat. Hanya dalam rentang 30 – 35 hari pemeliharaan, broiler dapat dipanen dengan bobot rata-rata 1,5-1,8 kg bahkan ada yang sampai lebih dari 2 kg dengan lama pemeliharaan yang sama. Dengan pemeliharaan yang tepat per ekor broiler mampu menghasilkan pendapatan kotor sebanyak Rp1.000 – 2.000, bahkan ada kalanya peternak mendapatkan lebih.

Cepatnya pertumbuhan broiler banyak memunculkan spekulasi dari banyak kalangan, namun spekulasi tersebut nyatanya tidak terbukti. Pesatnya pertumbuhan broiler dari DOC (anak ayam umur sehari) hingga panen dipengaruhi oleh beragam faktor, diantaranya yang paling berperan adalah faktor genetik yang terus menerus ditingkatkan dan kualitas pakan yang mumpuni.
Ibarat mobil balap yang memerlukan bahan bakar khusus agar dapat mengoptimalkan pembakaran dalam mesin, broiler pun memerlukan pakan dengan kualitas dan kandungan nutrisi khusus agar dapat tumbuh optimal. Selain serat dan protein, broiler memerlukan beragam asam amino baik esensial maupun non esensial untuk proses fisiologisnya. Menurut Wash et al. sebagaimana dikutip dalam laman medion.co.id, setidaknya ada lebih dari 20 asam amino yang telah terkode secara genetik. Sepuluh diantaranya tidak dapat disediakan secara alami dalam tubuh, sehingga perlu asupan dari luar seperti pakan. Salah satu asam amino tersebut adalah Treonin.
Mengenal Treonin
Mengutip Qi Tang et al. dalam laman nih.gov, treonin merupakan salah satu asam amino esensial yang diperlukan dalam pakan broiler meski dalam jumlah terbatas. Peranan utamanya adalah untuk membantu metabolisme nutrien dalam tubuh. Selain itu, treonin juga berperan dalam biosintesis makro molekuler dan memelihara kesehatan sistem pencernaan.
Nama lain treonin jika ditilik dari struktur kimianya adalah asam α-amino-β-hidroksibutirat. Masih menurut Qi tang et al. telah banyak studi sebelumnya yang meneliti peranan treonin ini. Dalam pakan broiler treonin ini kerap digunakan sebagai asam amino pembatas ketiga bahan pakan tepung jagung – kedelai. Sementara jika digunakan untuk ternak babi, maka dapat digunakan sebagai pembatas kedua.
Treonin ternyata banyak terkandung pada jagung dan kedelai. Fefana Publication dalam Amino Acid in Animal Nutrition menulis kembali tabel komposisi dan nilai nutrisi bahan pakan terbitan INRA – AFZ (2004), kandungan treonin tertinggi ada pada corn gluten meal (CGM) yang mencapai 20,3 g/kg. Sementara pada soybean meal profat 48 hanya 17,7 g/kg saja. Bahan lain yang mengandung treonin cukup tinggi adalah tepung ikan dengan nilai kandungan hingga 48,9 g/kg.
Masih dari sumber yang sama, tingkat kecernaan treonin pada unggas ternyata berbeda-beda bergantung dari asal treonin didapat. Misalnya, pada treonin yang didapat dari minyak ikan dengan protein 65 %, nilai kecernaannya hanya 24,6 g/kg saja, atau sebesar 50,3 %. Sedangkan untuk treonin yang didapat dari CGM dapat dicerna oleh unggas hingga 93,1 %.
Fungsi Treonin
Qi Tang et al. mengatakan treonin merupakan molekul bioaktif yang memiliki peranan penting dalam sintesis protein, metabolisme energi, dan penyerapan nutrisi. Apabila takaran treonin dalam pakan tepat, maka dapat meningkatkan pertumbuhan ternak, meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan usus.
Treonin, lanjut dia, merupakan modulator nutrisi yang efisien, di mana ia dapat mempengaruhi metabolisme nutrisi. Pemberiannya dalam pakan telah terbukti meningkatkan metabolisme lipid hati. Defisiensi treonin dapat menyebabkan akumulasi trigliserida hati. Treonin memberikan efek perlindungan pada gangguan metabolisme lemak dengan mengatur jalannya persinyalan lipogenesis dan ekspresi gen termogenik.
Lebih lanjut, Qi Tang menyebutkan, bahwa treonin ternyata bukan hanya nutrisi sederhana. Ia berperan penting dalam banyak proses regulasi fisiologis, terutama dalam pertumbuhan dan proliferasi sel, termasuk dalam embrionik sel induk (ESC). Di mana sel punca embrionik ini merupakan sejenis sel punca pluripoten yang dapat diinduksi untuk berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel. “Sel punca embrionik memiliki potensi untuk mengobati berbagai penyakit dan luka pada hewan, seperti memelihara usus, homeostasis dan memperbaiki cedera hati. Temuan terbaru menunjukkan bahwa treonin adalah bahan bakar metabolik yang efektif untuk pembaruan diri ESC tikus, karena menyediakan sumber karbon untuk biosintesis makromolekul dan regulasi epigenetik,” tulis dia.
Penggunaan Treonin pada Pakan Unggas
Apabila mengacu pada rekomendasi penggunaan asam amino ransum dari National Research Council atau NRC (1994), dari laman medion.co.id, maka didapati kondisi yang cocok untuk pengaplikasiannya hanya pada kondisi termonetral, yakni kondisi di mana ayam mampu mempertahankan suhu tubuhnya tanpa melakukan metabolisme panas berlebih secara konstan. Kebutuhan asam amino pada unggas sendiri dipengaruhi oleh beragam faktor diantaranya adalah pakan, lingkungan, genetik dan performa produksi.
Tabel 1. Kebutuhan treonin dan lisin dalam pakan broiler

* Ross Nutrition Spesification, 2019
Tabel 2. Kebutuhan treonin dan lisin dalam pakan layer

* Isa Brown Nutrition Management Guide, 2018
Karena kondisi lapangan yang beragam, maka secara umum di pakan unggas komersial, rasio kandungan treonin lebih tinggi daripada yang disarankan dalam NRC. Mengingat posisinya sebagai asam amino pembatas ketiga, maka suplementasi treonin dalam pakan sangat berkaitan erat dengan lisin. Dikarenakan lisin dapat langsung digunakan oleh tubuh untuk perawatan, tidak digunakan sebagai pembentuk senyawa lain
Oleh karena itu, saat ini ransum unggas komersial mengandung rasio asam amino yang lebih tinggi dari rekomendasi NRC. Sebagai asam amino pembatas ketiga, suplementasi treonin dalam pakan tidak terlepas dari imbangannya dengan lisin. Hal tersebut karena lisin langsung digunakan tubuh untuk maintenance (perawatan), tidak digunakan sebagai pembentuk senyawa lain. Keseimbangan antara treonin dan lisin dapat menghindari ketidakseimbangan antar asam amino yang berefek antagonis dan menjadi racun bagi unggas. (RZ)
Sumber:
https://www.medion.co.id/mengenal-asam-amino-treonin/
Mengenal Treonin
Mengutip Qi Tang et al. dalam laman nih.gov, treonin merupakan salah satu asam amino esensial yang diperlukan dalam pakan broiler meski dalam jumlah terbatas. Peranan utamanya adalah untuk membantu metabolisme nutrien dalam tubuh. Selain itu, treonin juga berperan dalam biosintesis makro molekuler dan memelihara kesehatan sistem pencernaan beda pakan layer dan broiler.
Nama lain treonin jika ditilik dari struktur kimianya adalah asam α-amino-β-hidroksibutirat. Masih menurut Qi tang et al. telah banyak studi sebelumnya yang meneliti peranan treonin ini. Dalam pakan broiler treonin ini kerap digunakan sebagai asam amino pembatas ketiga bahan pakan tepung jagung – kedelai. Sementara jika digunakan untuk ternak babi, maka dapat digunakan sebagai pembatas kedua.
Treonin ternyata banyak terkandung pada jagung dan kedelai. Fefana Publication dalam Amino Acid in Animal Nutrition menulis kembali tabel komposisi dan nilai nutrisi bahan pakan terbitan INRA – AFZ (2004), kandungan treonin tertinggi ada pada corn gluten meal (CGM) yang mencapai 20,3 g/kg. Sementara pada soybean meal profat 48 hanya 17,7 g/kg saja. Bahan lain yang mengandung treonin cukup tinggi adalah tepung ikan dengan nilai kandungan hingga 48,9 g/kg.
Masih dari sumber yang sama, tingkat kecernaan treonin pada unggas ternyata berbeda-beda bergantung dari asal treonin didapat. Misalnya, pada treonin yang didapat dari minyak ikan dengan protein 65 %, nilai kecernaannya hanya 24,6 g/kg saja, atau sebesar 50,3 %. Sedangkan untuk treonin yang didapat dari CGM dapat dicerna oleh unggas hingga 93,1 %.
Fungsi Treonin
Qi Tang et al. mengatakan treonin merupakan molekul bioaktif yang memiliki peranan penting dalam sintesis protein, metabolisme energi, dan penyerapan nutrisi. Apabila takaran treonin dalam pakan tepat, maka dapat meningkatkan pertumbuhan ternak, meningkatkan kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan usus.
Treonin, lanjut dia, merupakan modulator nutrisi yang efisien, di mana ia dapat mempengaruhi metabolisme nutrisi. Pemberiannya dalam pakan telah terbukti meningkatkan metabolisme lipid hati. Defisiensi treonin dapat menyebabkan akumulasi trigliserida hati. Treonin memberikan efek perlindungan pada gangguan metabolisme lemak dengan mengatur jalannya persinyalan lipogenesis dan ekspresi gen termogenik.
Lebih lanjut, Qi Tang menyebutkan, bahwa treonin ternyata bukan hanya nutrisi sederhana. Ia berperan penting dalam banyak proses regulasi fisiologis, terutama dalam pertumbuhan dan proliferasi sel, termasuk dalam embrionik sel induk (ESC). Di mana sel punca embrionik ini merupakan sejenis sel punca pluripoten yang dapat diinduksi untuk berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel. “Sel punca embrionik memiliki potensi untuk mengobati berbagai penyakit dan luka pada hewan, seperti memelihara usus, homeostasis dan memperbaiki cedera hati. Temuan terbaru menunjukkan bahwa treonin adalah bahan bakar metabolik yang efektif untuk pembaruan diri ESC tikus, karena menyediakan sumber karbon untuk biosintesis makromolekul dan regulasi epigenetik,” tulis dia.
Penggunaan Treonin pada Pakan Unggas
Apabila mengacu pada rekomendasi penggunaan asam amino ransum dari National Research Council atau NRC (1994), dari laman medion.co.id, maka didapati kondisi yang cocok untuk pengaplikasiannya hanya pada kondisi termonetral, yakni kondisi di mana ayam mampu mempertahankan suhu tubuhnya tanpa melakukan metabolisme panas berlebih secara konstan. Kebutuhan asam amino pada unggas sendiri dipengaruhi oleh beragam faktor diantaranya adalah pakan, lingkungan, genetik dan performa produksi.
Tabel 1. Kebutuhan treonin dan lisin dalam pakan broiler

* Ross Nutrition Spesification, 2019
Tabel 2. Kebutuhan treonin dan lisin dalam pakan layer

* Isa Brown Nutrition Management Guide, 2018
Karena kondisi lapangan yang beragam, maka secara umum di pakan unggas komersial, rasio kandungan treonin lebih tinggi daripada yang disarankan dalam NRC. Mengingat posisinya sebagai asam amino pembatas ketiga, maka suplementasi treonin dalam pakan sangat berkaitan erat dengan lisin. Dikarenakan lisin dapat langsung digunakan oleh tubuh untuk perawatan, tidak digunakan sebagai pembentuk senyawa lain
Oleh karena itu, saat ini ransum unggas komersial mengandung rasio asam amino yang lebih tinggi dari rekomendasi NRC. Sebagai asam amino pembatas ketiga, suplementasi treonin dalam pakan tidak terlepas dari imbangannya dengan lisin. Hal tersebut karena lisin langsung digunakan tubuh untuk maintenance (perawatan), tidak digunakan sebagai pembentuk senyawa lain. Keseimbangan antara treonin dan lisin dapat menghindari ketidakseimbangan antar asam amino yang berefek antagonis dan menjadi racun bagi unggas. (RZ)
Sumber:
https://www.medion.co.id/mengenal-asam-amino-treonin/
Tang Q, Tan P, Ma N, Ma X. Physiological Functions of Threonine in Animals: Beyond Nutrition Metabolism. Nutrients. 2021 Jul 28;13(8):2592. doi: 10.3390/nu13082592. PMID: 34444752; PMCID: PMC8399342.







