Petambak sering mengalami situasi di mana pH tambak mereka swing drastis naik 8.5 atau turun di bawah 7.5 padahal alkalinitas terlihat normal di. Ini yang banyak tidak sadar: bukan di pH, tapi di buffering capacity yang sudah habis. Fluktuasi pH sebesar 0.5 unit per hari sudah cukup untuk bikin FCR naik 0.15 point survival turun 10–15%. Satu siklus hilang karena ketidakstabilan pH = kehilangan biomassa yang sudah dibangun selama 60 hari. Kapur dolomit bisa menyelesaikanMasalah ini secara permanen kalau dipakai dengan benar, dan kamu akan tahu pasti kapanDolomit dan kapan tidak.
Apa yang terjadi ketika alkalinitas mulai turun di bawah 80 mg/L CaCO3/L? Kamu punya jendela 7–14 hari untuk mengembalikan kondisi sebelum fluktuasi pH . Kunci nya adalah deteksi dini dan aplikasi yang tepat.
Mengapa Dolomit, Bukan Kapur Tohor?
Kapur tohor (CaO) ituinstant fix dia langsung larut dan bisa menaikan pH dalam hitungan jam. Tapi efeknya tidak, dan kalau terlalu banyak, pH bisa naik 9.0 atau lebih, bikin udang stress parah. Ini seperti memberi obat kuat tanpa yang tepat.
Dolomit punya rasio Ca:Mg = 2:1 yang bikin buffering slow release berbeda dengan kapur tohor yang larut sekaligus. Dolomit kerja pelan tapi stabil: spike, rebound effect. Kalau sudah menggunakan dolomit secara rutin, fluktuasi pH harian bisa ditekan ±0.2 unit saja.
Dosis Dolomit Berdasarkan pH Awal
Dosis yang tepat tergantung dari pH awal tambak kamu. Kalau pH masih di atas 7.0, kamu butuh maintenance dose 50 kg/ha . Kalau pH sudah turun ke 6.57.0, tingkatkan 100 kg/ha untuk mengembalikan kapasitas buffer.
Untuk tambak dengan pH di bawah 6.0, kamu butuh efforts lebih besar: 150–200 kg/ha wait 714 untuk melihat efek penuh. Jangan ekspektasi perbaikaninstant dolomit butuh waktu untuk bereaksi dengan sedimen dan air. Kalau pH sudah di bawah 5.5, kombinasi : kapur tohor 50 kg/ha cepat + dolomit 100 kg/ha untuk sustain.
Harga dolomit Rp 800.0001.500.000 per ton. Untuk kolam 1 ha dengan dosis 100 kg/ha, biaya sekali aplikasi cuma Rp 800.0001.500.000. Dibandingkan dengan kapur tohor yang aplikasi 3x lebih sering, dolomit lebih murah 40–60% dalam jangka panjang.
Timing Aplikasi yang Tepat
. Phase preparation sebelum stocking adalah saat paling untuk aplikasi dolomit karena kamu bisa monitore sebelum udang masuk. Lakukan 1421 sebelum DOC 0 untuk memberikan waktu bagi dolomit menstabilkan sedimen.
Untuk tambak yang sudah operasional, aplikasi terbaik adalah saat early growth phase (DOC 130) ketika udang masih berkembang. Pada phase ini, pH sangat untuk .
Hindari aplikasi saat pH sedang fluctuate drastis tunda sampai kondisi cuaca stabil. dolomit bersamaan dengan probiotik karena bisa bereaksi satu sama lain mengurangi .
Dolomit Bekerja Sama dengan Sistem Perawatan Kolam
Dolomit tidak berdiri sendiri dia bagian dari sistem maintenance kualitas air yang lebih besar. Rutin aplikasi dolomit buffering capacity yang diperlukan untuk alkalinitas tambak udang yang stabil. Ini berbeda dengan perawatan kolam udang vaname yang lebih fokus pada cleanliness pathogen control.
Untuk hasil optimal, dolomit lebih baik dikombinasikan dengan bioremediasi kolam tambak udang probiotik proses penguraian organik matter yang bisa menghasilkan asam sulfida dan asam-asam lain yang menurunkan pH.
Ingat juga bahwa padat tebar mempengaruhi berapa banyak organik matter yang dihasilkan, dan ini alkalinitas consumption. Ketika kamu mengatur padat tebar udang vaname, hitung juga kapasitas buffer tanah dan air kamu semakin tinggi padat tebar, semakin cepat alkalinitas akan habis.
Setelah aplikasi dolomit, 714 kamu akan melihat pH lebih stabil alkalinitas mulai naik 80–120 mg/L CaCO3/L. FCR akan lebih baik 0.1 point pada biomassa 10 ton = savings IDR 15.000.000–25.000.000 per siklus. Survival rate naik 1015% = tambahan harvest IDR 20.000.000–40.000.000. ROI yang sangat signifikan investasi yang sangat kecil.








