Seekor kucing betina domestik 11 tahun datang dengan benjolan keras sebesar kelereng di putting kanan atas. Puting di sekitarnya kemerahan dan kucing tidak mau disentuh di area itu. Setelah biopsy, hasil menunjukkan adenocarcinoma mammae stadium II, dan dokter menyarankan mammectomy radikal. Kucing betina punya risiko tumor mammae 7 kali lipat lebih tinggi dari kucing jantan, dan 80-90% dari tumor ini ganas. Artikel ini melengkapi panduan pemilik tentang kucing pasca-steril di betina kucing setelah steril.

Mengapa Tumor Payudara Kucing 85% Ganas
Tumor mammae kucing berbeda secara fundamental dari tumor serupa pada anjing atau manusia. Sekitar 85-90% tumor mammae kucing bersifat ganas atau adenocarcinoma, dengan kemampuan metastasis ke paru-paru, hati, dan limpa dalam hitungan bulan. Bandingkan dengan anjing yang 50-60% tumornya jinak.
Alasan biologisnya adalah ekspresi reseptor hormon estrogen dan progesteron yang berbeda pada kucing. Hormon reproduksi pada kucing betina mendorong proliferasi sel epitel mammae sepanjang siklus estrus, dan paparan estrogen berulang tanpa jeda hamil meningkatkan risiko mutasi sel. Kucing betina yang tidak pernah disteril dan sering mengalami kawin palsu memiliki risiko tumor 7-8 kali lebih tinggi dibanding yang disteril muda, sementara kucing betina yang aktif kawin juga rentan terhadap komplikasi kebuntingan.
Drh. Maya Lestari dari klinik onkologi veteriner di Bandung menyebutkan bahwa 90% kasus tumor mammae yang ia tangani pada 2025 melibatkan kucing betina usia 8-14 tahun, dengan 70% di antaranya datang pada stadium lanjut karena pemilik menganggap benjolan kecil tidak berbahaya. Padahal tumor kucing yang awalnya kurang dari 2 cm masih punya prognosis baik pasca operasi.
Cara Cek Sendiri di Rumah: Palpasi Putting 8 Puting
Kucing betina punya 8 putting, tersusun dalam dua baris dari dada sampai selangkangan. Setiap bulan, pemilik betina yang tidak disteril idealnya melakukan palpasi sendiri, terutama setelah kucing beristirahat. Gunakan jari telunjuk dan tengah untuk menekan ringan di sekitar putting, baik saat kucing berdiri maupun telentang.
Benjolan yang perlu diwaspadai biasanya keras, tidak bergerak saat ditekan, dan terasa seperti butiran di bawah kulit. Ukurannya bervariasi dari 5 mm sampai beberapa sentimeter. Perhatikan juga perubahan warna kulit di sekitar putting, keluarnya cairan bening atau berdarah dari putting, dan perubahan perilaku kucing saat area perut disentuh.
Waktu terbaik palpasi adalah 1-2 minggu setelah estrus atau saat kucing dalam fase diestrus. Hormon progesteron pada fase ini membuat jaringan mammae lebih tebal sehingga benjolan lebih mudah diraba. Pemeriksaan di fase estrus sering membuat jaringan bengkak merata dan menyamarkan benjolan kecil.
Kaitan Steril Dini dan Risiko Kanker yang Turun 7 Kali Lipat
Steril atau ovariohysterectomy (OVE) menurunkan risiko tumor mammae secara dramatis, dan efeknya paling besar bila dilakukan sebelum kucing betina mencapai pubertas. Studi multisenter menunjukkan steril sebelum usia 6 bulan menurunkan risiko tumor sampai 91%, steril antara 7-12 bulan menurunkan 86%, dan steril antara 13-24 bulan hanya menurunkan 11%.
Ini berarti jendela emas steril kucing betina adalah sebelum usia 1 tahun, idealnya 4-6 bulan saat kucing sudah cukup besar untuk operasi tapi sebelum estrus pertama. Setelah lewat dua siklus estrus, efek protektif steril berkurang tajam karena jaringan mammae sudah sempat terpapar estrogen berulang.
Untuk kucing betina yang datang sudah terlanjur berbenjolan, steril tetap disarankan sebelum operasi mammectomy. Steril mengurangi risiko tumor baru dan menurunkan kadar hormon yang memicu metastasis. Pembedahan gabungan steril dan mammectomy dalam satu sesi operasi juga umum dilakukan untuk mengurangi biaya dan stress kucing.
Tahapan Diagnosis: Aspirasi, Biopsy, dan Staging
Dokter hewan biasanya memulai dengan aspirasi jarum halus (FNA) untuk membedakan benjolan kistik, abses, atau tumor padat. FNA cepat, murah 200-400 ribu rupiah, dan hasilnya keluar dalam 1-3 hari. Bila FNA menunjukkan sel ganas, langkah berikutnya adalah biopsy eksisi di mana seluruh benjolan diangkat dan dianalisis histopatologi.
Staging onkologi dilakukan setelah konfirmasi ganas. Setidaknya tiga langkah dilakukan: X-ray dada tiga posisi untuk cari metastasis paru, USG perut untuk lihat metastasis hati dan limpa, serta tes darah lengkap dengan profil kimia untuk nilai fungsi organ. Pada kucing stadium III ke atas, kucing juga butuh scan tulang atau CT scan bila tersedia.
Biaya staging di klinik veteriner rujukan berkisar 1,2-3 juta rupiah untuk X-ray dan USG, dan 3-5 juta untuk CT scan dengan kontras. Histopatologi tumor kucing butuh waktu 7-14 hari karena laboratorium patologi veteriner di Indonesia masih terbatas pada beberapa universitas dan lab swasta di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.
Opsi Terapi: Mammectomy, Kemoterapi, dan Perawatan Paliatif
Mammectomy atau pengangkatan jaringan mammae adalah terapi utama untuk tumor ganas kucing. Ada tiga jenis operasi: lumpectomy untuk tumor tunggal kecil, mammectomy regional untuk mengangkat satu baris putting, dan mammectomy radikal yang mengangkat seluruh jaringan mammae dua sisi. Makin luas operasi, makin rendah risiko rekurensi lokal tapi makin besar trauma dan biaya.
Kemoterapi adjuvan diberikan pasca operasi untuk kucing dengan metastasis atau tumor stadium lanjut. Protokol paling umum adalah doxorubicin 25-30 mg/m2 intravena setiap 3 minggu selama 4-6 siklus, atau carboplatin 200-240 mg/m2 setiap 3-4 minggu. Biaya kemoterapi kucing berkisar 1,5-3 juta per siklus dan kucing biasanya toleran baik dengan efek samping minimal.
Untuk kucing stadium IV dengan metastasis luas atau kucing tua dengan komorbid, perawatan paliatif menjadi pilihan utama. Terapi paliatif meliputi kontrol nyeri dengan tramadol atau gabapentin, antiinflamasi dengan prednisolon dosis rendah, dan nutrisi tinggi kalori. Pemilik juga diajari cara cek pernapasan dan kualitas hidup kucing sehari-hari untuk memutuskan kapan euthanasia adalah pilihan paling manusiawi.
Sumber bacaan: pedoman onkologi veteriner dari Veterinary Cancer Society (VCS) 2024, rekomendasi mammectomy kucing dari Indonesian Veterinary Cancer Society 2025.







