sortir udang vaname

Sortir Udang Vaname: Ukuran Panen & Pasar Target

Size grade 30 artinya 30 ekor per kilogram, dan setiap kenaikan 10 berarti udang makin kecil per ekor. Sortir udang vaname ke grade 30/40/50/60/70/80 ekor/kg adalah aturan dagang yang dipakai buyer ekspor dan pasar lokal di Indonesia.

Salah sortir bisa bikin satu kilo udang vaname kehilangan Rp 15.000-20.000. Pembudidaya yang ngerti grade dan timing sortir bisa naikkan rata-rata harga jual Rp 5.000-15.000 per kilogram di siklus yang sama.

Size grade 30/40/50/60/70/80 dan cara baca count per kg

Grade udang vaname dihitung dari jumlah ekor per kilogram. Size 30 berarti 30 ekor per kg, size 80 berarti 80 ekor per kg. Makin besar angkanya, makin kecil individu udang per ekor.

Cara ukur paling sederhana: timbang sample 1 kg dari hasil panen, hitung ekor satu-satu. Kalau dapat 31-40 ekor berarti size 30, 41-50 berarti size 40, dan seterusnya sampai size 80 untuk 71-80 ekor.

Aturan dagang buyer global pakai toleransi 2-3 ekor per kg dari label grade. Udang size 31 boleh masuk kategori size 30, tapi size 35 sudah masuk size 40.

Perbedaan bobot per ekor signifikan: size 30 rata-rata 33 g/ekor, size 60 rata-rata 16-17 g/ekor. Satu kilo size 30 cuma berisi 30 ekor, satu kilo size 60 berisi 60 ekor.

Pemahaman dasar ini menentukan semua keputusan sortir selanjutnya. Tanpa baca grade yang benar, percuma bicara buyer dan harga.

Untuk konteksperbandingan udang vaname dan udang api, vaname unggul di survival rate dan warna daging saat dibekukan, nilai lebih ini bikin ekspor lebih pilih vaname size kecil (30-50) untuk fillet dan peeled.

Mengapa buyer ekspor cuma mau size 30-50 dan lokal pegang 60-80

Buyer ekspor di Surabaya, Banyuwangi, dan Medan punya standar head-on whole shrimp untuk pasar Amerika, Jepang, dan Eropa. Mereka hanya mau size 30-50 karena setelah peeling tersisa fillet yang cukup besar untuk portion restaurant.

Size 60-80 dari vaname terlalu kecil untuk diekspor sebagai whole shrimp. Udang segede ini lebih cocok diolah jadi value-added product atau masuk pasar domestik.

Buyer lokal seperti pasar induk, supermarket, dan warung seafood menerima size 60-80 dengan harga lebih fleksibel. Mereka juga toleran pada udang yang patah sedikit atau sortiran yang tidak terlalu ketat.

Pembudidaya skala kecil-menengah biasanya tidak punya akses langsung ke buyer ekspor. Lewat bandar atau pengumpul, sortir jadi krusial karena bandar ekspor bayar beda Rp 20.000-30.000/kg antara size 30-50 dan size 60-80.

Untukmodal awal budidaya vaname di tambak 500 m², sortir jadi komponen revenue yang sering diabaikan di perhitungan siklus pertama. Keuntungan sortir yang benar bisa tutup 15-20% biaya pakan per siklus.

Window sortir yang benar: suhu air, jam, dan cara hindari kejut udang

Sortir udang vaname idealnya pagi hari pukul 05.30-09.00 saat suhu air masih 24-26°C. Suhu di atas 28°C bikin metabolisme udang naik cepat dan sortir di luar air bisa sebabkan mortalitas 3-5%.

Saat suhu air di atas 28°C, udang vaname butuh oksigen lebih banyak. Angkat dari air tiba-tiba bikin regulasi osmotik gagal, udang stres, dan sebagian mati dalam 2-6 jam setelah sortir.

Jam siang pukul 11.00-14.00 adalah window paling buruk untuk sortir. Suhu air bisa 30-32°C di tambak dangkal, mortalitas sortir naik sampai 5-8% kalau sortir di jam ini.

Musim hujan atau cuaca mendung juga jadi variabel. Suhu air turun lebih cepat sore hari, sortir sore masih mungkin tapi durasi kerja lebih pendek karena cahaya matahari sudah berkurang.

Untuk tambak dengan debit air terbatas, sortir bisa mundur ke subuh pukul 04.00-06.00 saat suhu air paling stabil. Lampu senter wajib untuk lihat warna dan kondisi udang.

sortir udang vaname
Sortir udang vaname ke grade size berbeda, mapping pasar ekspor vs lokal

Teknik sortir pakai ayakan bambu dan pencucian: step by step

Peralatan sortir standar tambak kecil: ayakan bambu diameter 60-80 cm dengan lubang sesuai grade target, bak penampung berisi air tambak segar (bukan air baru), dan timbangan digital 5 kg akurasi 5 gram.

Langkah pertama: panen udang sortir yang dijual ke buyer. Isi bak penampung dengan air tambak segar supaya udang tidak kaget pindah habitat. Suhu air bak harus sama dengan air tambak.

Langkah kedua: masukkan udang satu scoop ayakan ke bak pencucian. Goyang pelan 3-5 detik, buang sisa pakan dan kotoran. Jangan rendam lebih dari 30 detik, udang mulai stres.

Langkah ketiga: pindahkan ke ayakan sortir. Ayak dengan gerakan circular pelan, biarkan udang masuk sesuai ukuran. Lubang ayakan size 50 akan lolos udang size 60 ke bawah, yang tertahan size 30-50.

Langkah keempat: timbang per grade dan catat ekor per kg untuk verifikasi. Kalau sortir manual, butuh 1-2 jam untuk 50 kg udang. Lebih cepat kalau pakai ayakan bertingkat dari size 30 sampai 80.

Tiga batch kecil lebih aman daripada satu batch besar. Sortir 10-15 kg sekali jalan, istirahatkan udang 5 menit di air tambak sebelum lanjut batch berikutnya.

Risiko sortir asal-asalan: mortalitas, harga jatuh, dan buyer kabur

Sortir campuran tanpa grading ulang biasanya kena diskon Rp 10.000-20.000/kg. Buyer ekspor menolak lot yang ada size 60 ke atas karena tidak bisa diproses sebagai whole shrimp.

Mortalitas sortir yang tinggi 5-10% biasanya terjadi karena sortir siang hari, air penampung beda suhu dengan air tambak, atau sortir dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.

Sortir dengan air PAM atau air tanah langsung juga fatal. Udang vaname sensitif terhadap klorin dan perubahan pH mendadak. Selalu pakai air tambak sendiri untuk pencucian dan penampungan.

Ayakan yang terlalu kasar atau tajam bisa luka udang. Luka sortir jadi pintu masuk bakteri Vibrio dan Aeromonas, mortalitas lanjutan bisa 10-20% dalam 3 hari setelah sortir.

Risiko lain yang sering luput: sortir terlalu cepat setelah panen. Beri waktu 30-60 menit udang di bak penampungan supaya kotoran perut keluar. Sortir terlalu cepat bikin isi perut penuh dan warna daging kusam, buyer sortiran kedua.

Pola sortir yang untung: kapan pisahkan petak, kapan gabung jadi satu jalur

Kalau satu petak menghasilkan size campur lebih dari 30% (misal 30% size 60-80 dan 70% size 30-50), sortir ulang sebelum jual. Pemisahan ini biasanya naikkan harga rata-rata Rp 10.000-15.000/kg.

Kalau campur kurang dari 10%, jual sebagai bulk ke buyer lokal tanpa sortir ulang. Sortir ulang untuk 10% sisa tidak sebanding waktu kerja 1-2 jam, lebih baik langsung jual sebagai satu lot.

Sortir dipisah antar petak juga jadi strategi. Petak dengan feeding lebih tinggi biasanya dapat size lebih besar (60-80), petak dengan feeding moderat dapat size lebih kecil (30-50). Mapping ini bantu rencanakan batch panen.

Catat hasil sortir per petak: ukuran rata-rata, biomassa total, dan harga jual aktual. Data ini masuk ke perhitungan FCR dan SR untuk siklus berikutnya, plus prediksi size panen di DOC yang sama.

Sortir grade bukan akhir dari satu siklus, ini input untuk keputusan DOC dan feeding siklus depan. Pembudidaya yang rutin sortir dapat rata-rata harga 8-12% lebih tinggi per siklus dibanding yang jual bulk.

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 709