Sapi Nyaman, Hasil Optimal

Sapi masih menjadi primadona para masyarakat untuk dijadikan sebagai tabungan maupun sebagai usaha utama. Belakangan industri penggemukan sapi di Indonesia makin terlihat seksi dengan harga daging sapi yang bertengger di atas Rp110 ribu per kg sejak 2021.  Bahkan pada Juli 2022 melansir data dari PHIPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional), harga daging sapi kualitas 1 di DI Yogyakarta saja mencapai Rp140 ribu per kg, sementara untuk kualitas 2 masih di harga Rp132.500 per kg.

Meski saat ini industri penggemukan sapi masih dihantui oleh bayang-bayang penyakit mulut dan kuku (PMK), namun geliat industri ini masih tinggi dan masing-masing tengah berusaha menemukan jalannya guna dapat bertahan melewati krisis ini. Salah satunya adalah Fauzi pemilik dari BNS Farm yang berlokasi di Jonggol Jawa Barat. Ia memiliki prinsip, terlepas ada atau tidaknya PMK sapi-sapi yang dipelihara di kandangnya harus dalam kondisi nyaman. “Nama BNS itu dari Berkah Ngopeni Sapi. Orang, jika ngopeni beda dengan beternak. Jika beternak ya hanya ternak saja. Untuk usaha. Kalimat ngopeni itu datang dari senang. Sapi tidak doyan makan ya di dulang. Jadi dibuat kandang itu senyaman mungkin, dijaga kualitas pakannya,” ujarnya.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, Fauzi menjelaskan, ketika kondisi psikis sapi nyaman dengan pakan nyaman, air tak terbatas, kotoran selalu bersih pagi dan sore, dapat membuat sapi rileks. “Otomatis sapi itu daya cernanya tinggi. Ketika daya cerna meningkat, otomatis feses yang dikeluarkan benar-benar ampas. Bukan lagi ada kandungan pakan. Ketika daya cerna ke pakan tinggi, kandungan amonia dalam feses jadi rendah sehingga tidak mengundang banyak lalat datang,” imbuhnya.

Buat Kandang Nyaman

Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh peternak guna membuat kandang sapi yang nyaman. Fauzi sendiri memperhatikan sirkulasi kandangnya yang dibuat sedemikian rupa sehingga aliran udara dengan lancar mengalir masuk dan keluar kandang. Selain itu, ia juga membuat kandang sapinya tetap kering dan tidak lembap. Guna membuat sapinya makin nyaman, ia pun memasang karpet sebagai alas.

Mengutip dari ternak-sehat.fkh.ugm.ac.id, penting untuk mengatur kandang agar sinar matahari dapat memasuki area kandang pada pagi dan sore hari. Sistem ventilasi juga diatur agar sirkulasi udara berjalan dengan baik mengacu pada kelembapan yang dibutuhkan sapi sebesar 60-70 %.

Kontrol sanitasi yang dilakukan oleh Fauzi adalah dengan membersihkan fesesnya secara berkala. Lalu sapi juga dimandikan pagi dan sore. Ia pun membangun fasilitas terpisah dari kandang untuk mengolah feses sapi yang dikumpulkan. Ditambah, saluran air minum yang di desain guna menyuplai air minum secara terus menerus untuk sapi.

Beri Pakan Berkualitas

Tak hanya kandang, Fauzin pun memperhatikan asupan untuk sapi-sapinya. Ia menjaga pakan sapinya mulai dari kandungan protein, mineral dan nutrisi lainnya sesuai kebutuhan. Ia memberikan pakan semi kering yakni berupa silase yang dipadukan dengan konsentrat. Waktu pemberiannya ia pilih dua kali yakni pagi dan sore.

Pakan yang diberikan oleh Fauzi sebanyak 3 % dari berat badan sapi. Biasanya, ia kumpulkan pakan yang telah siap diberikan dalam satu drum yang nantinya dibagikan untuk 20 ekor sapi. Disamping silase, ia juga memberikan konsentrat ke sapinya, untuk 20 ekor sapi ia menghabiskan sekitar 2 karung dengan berat total 50 kg.

Mencampur konsentrat dengan silase

Dulu, Fauzi memang membuat sendiri konsentrat untuk sapinya. Namun, untuk kepraktisan, kini ia mengandalkan konsentrat dari koleganya, tentu dengan bahan dan formula yang sesuai dengan permintaannya. Untuk bahan konsentrat yang digunakan hampir semua berasal dari bahan lokal seperti onggok, bungkil sawit, bungkil kopi, polar. Biaya pakan total yang dihabiskan Fauzi untuk penggemukan sapinya berkisar antara Rp18-20 ribu per hari.

Hasilnya, sapi Simpo (Simmental-PO) dari BNS Farm yang berbobot 4,8 kwintal dapat menghasilkan karkas sebanyak 273 kg. Sedang yang berbobot 5,3 kwintal dapat menghasilkan karkas sebanyak 280 kg. Daging dari sapinya pun menurut testimoni yang dihimpun sendiri oleh Fauzi apabila dipegang tidak berair, terasa lengket dan memiliki bau khas daging serta berwarna merah mengkilap dengan lemak yang tipis. “Babat dan jeroan, bersih dan putih, tidak bau. Sapi yang kita kembangkan di sini, karena kita perhatikan animal welfare-nya, optimal benar-benar ngopeni makhluk Allah Ta’ala. Sehingga sapi juga makannya lahap,”pungkas dia. (RZ)

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 544