Cara budidaya ikan lele di kolam tanah adalah salah satu metode ternak ikan lele yang paling populer di Indonesia. Metode ini memanfaatkan kolam tanah yang cukup dalam dan memiliki sirkulasi air yang baik.
Pada budidaya ikan lele di kolam tanah, bibit lele harus dipilih dengan hati-hati dan pakan yang seimbang harus diberikan secara teratur.
Selain itu, pemeliharaan kolam yang baik juga sangat penting untuk memastikan kualitas air dan pertumbuhan ikan lele yang optimal.
Dengan cara budidaya ikan lele yang benar, Anda bisa memperoleh hasil yang optimal dan menjadikan budidaya ikan lele sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.
Simak informasi lengkapnya untuk memulai usaha budidaya ikan lele di kolam tanah!
Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah
Budidaya lele dengan menggunakan kolam tanah memerlukan pengelolaan yang baik, namun jika dilakukan dengan benar, dapat memberikan hasil yang sangat menguntungkan.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sangat populer di kalangan peternak ikan, Sebab termasuk ikan yang mudah dibudidayakan dan mempunyai hasil panen yang melimpah.
Dalam ternak lele di kolam tanah, ikan lele ditempatkan dalam kolam tanah yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan ikan tersebut, seperti air bersih, suhu yang sesuai, dan nutrisi yang tepat.
Manfaat dari beternak lele di kolam tanah adalah:
- Memanfaatkan lahan agar dapat menghasilkan secara ekonomis
- Meningkatkan produktivitas ikan lele dengan cara yang mudah
- Memperoleh hasil produksi ikan yang lebih baik
- Meningkatkan keseimbangan ekosistem lingkungan karena ikan lele mampu mengurangi kotoran organik yang berlebih di lingkungan.
- Memanfaatkan lahan agar dapat menghasilkan secara ekonomis
- Meningkatkan produktivitas ikan lele dengan cara yang mudah
- Memperoleh hasil produksi ikan yang lebih baik
- Meningkatkan keseimbangan ekosistem lingkungan karena ikan lele mampu mengurangi kotoran organik yang berlebih di lingkungan.
- Menjadi alternatif usaha bagi masyarakat yang memiliki lahan kosong dan kolam tanah yang dapat dimanfaatkan
Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah
Budidaya lele dengan menggunakan kolam tanah memerlukan pengelolaan yang baik, namun jika dilakukan dengan benar, dapat memberikan hasil yang sangat menguntungkan dosis em4 kolam ikan.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sangat populer di kalangan peternak ikan, Sebab termasuk ikan yang mudah dibudidayakan dan mempunyai hasil panen yang melimpah.
Dalam ternak lele di kolam tanah, ikan lele ditempatkan dalam kolam tanah yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan ikan tersebut, seperti air bersih, suhu yang sesuai, dan nutrisi yang tepat.
Manfaat dari beternak lele di kolam tanah adalah:
Lihat: Budidaya Lele Bioflok
Lihat: Budidaya Lele Bioflok
Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah
Setelah Anda memastikan lokasi tersebut sesuai dengan kebutuhan, maka langkah-langkah berikut di bawah ini perlu diperhatikan untuk membuat kolamnya.

Cara budidaya ikan lele di kolam tanah:
1. Persiapan Kolam Tanah
Persiapan awal budidaya ikan lele di kolam tanah adalah Anda harus memperhatikan tekstur tanah yang akan digali. Karena pada dasarnya tidak sembarangan lokasi bisa digunakan untuk kolam ikan lele.
Adapun karakter tanah yang sangat cocok dijadikan tempat budidaya ikan lele adalah sebagai berikut:
- Prioritaskan lokasi yang memiliki jenis tanah yang tidak mudah menyerap air sehingga cairan tidak mudah habis.
- Jangan membuat kolam tanah pada lokasi yang tanahnya berpasir, berporos serta bekas galian.
Dengan memperhatikan dua karakter tersebut di atas, maka akan meminimalisir masalah yang timbul akan volume air serta kualitasnya. Sehingga sebelum membuat harus diperhatikan betul-betul jenis tanah tersebut.
2. Penggalian Lokasi Kolam Tanah
Anda harus memastikan bahwa lokasi kolam tanah tersebut bebas dari sampah organik maupun anorganik. Karena jika masih terdapat sisanya maka akan menjadi sumber pencemar bagi air kolam tersebut.
Lalu ukuran tanah tersebut sepanjang 5 x 3 meter dengan kedalaman antara 1 sampai 1,5 meter. Jika tidak memungkinkan, maka bisa disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan disebarkan.
Lakukan penggalian sampai dengan ukuran yang telah ditetapkan. Dijadikan tanggul sebagai penahan agar kolam tidak mudah bocor. Fungsinya tentu saja mencegah agar air tidak keluar dan habis.
Buatlah lubang pada dua sudut kolam tersebut sebagai pipa pengeluaran air. Tujuannya mencegah agar air tidak meluap ketika musim penghujan sehingga ikan lele tidak loncat keluar kolam.
Jangan lupa untuk membuat parit di tengah kolam sebagai aliran untuk pengeluaran dan endapan limbah. Biasanya lebar 40 cm dengan kedalaman sekitar 20 cm. Tujuannya agar lele mudah diserok ketika dipanen.
3. Mengeringkan Kolam Tanah
Setelah selesai kolam dikeruk maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengeringan selama 3 sampai 7 hari. Pastikanlah tanah tersebut kering yang ditandai dengan terlihatnya permukaan tanah yang retak
Tujuan dari proses pengeringan kolam tanah adalah:
- Untuk memastikan agar gas beracun yang terperangkap pada permukaan dan di dalam tanah akan menguap seluruhnya
- Memastikan bahwa tanah cukup kedap air
- Dapat berfungsi sebagai proses sterilisasi alami pada bakteri yang ada di tanah dengan menggunakan sinar UV yang diberikan oleh cahaya matahari
4. Menggemburkan Kolam Tanah
Langkah selanjutnya adalah melakukan penggemburan kolam tanah tersebut. Pada umumnya ke dalam sekitar 10 sampai 15 cm. Anda bisa menggunakan bajak ataupun cangkul dan garu.
Tujuan dari penggemburan adalah memastikan agar tanah kolam tersebut siap untuk ditumbuhi mikroorganisme yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan lele sebab ada zat hara yang kini berada di permukaan.
5. Pengapuran Kolam Tanah
Selanjutnya adalah melakukan proses pengapuran untuk menyeimbangkan kadar pH pada tanah. Caranya dengan menebarkan bubuk kapur tohor dengan dosis sekitar 50 sampai 200 gram per meter perseginya.
Untuk memastikan bahwa dosis tersebut cukup untuk membasakan tanah maka Anda harus memeriksa kadar asam basa tanah tersebut terlebih dahulu. Jika terlalu asam maka perlu ditaburkan dengan jumlah yang lebih banyak.
6. Pemberian Pupuk
Selanjutnya adalah memberikan media yang tepat untuk pertumbuhan mikroorganisme baik yang bisa mendukung tumbuh kembang lele. Proses ini dinamakan pemupukan karena memang menggunakan unsur nutrisi dari bahan tersebut.
Pilihan pupuk yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
- Anda dapat menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran kerbau, sapi, ataupun kambing yang telah difermentasi
- Bisa juga menggunakan pupuk kompos yang berasal dari dedaunan ataupun sampah sayur dapur
- Tambahkan pula pupuk Urea dan TSP
- Setelah menebarkan pupuk pilihan tersebut maka tanah dipadatkan sehingga keduanya menjadi satu. Selain itu juga pertumbuhan fitoplankton dan cacing juga akan semakin baik.
Biarkan selama satu minggu agar proses penumbuhan mikroorganismenya berlangsung optimal. Sebab pertumbuhan phytoplankton tersebut dapat mendukung tumbuh kembang lele secara optimal.
7. Mengisi Air
Selanjutnya Anda perlu mengisi kolam dengan air yang bersih. Penuhilah air kolam tanah setinggi 50 sampai 80 cm. Diamkan selama 1 minggu dengan pencahayaan matahari secara langsung hingga tembus ke dasar.
Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan serta perkembangan mikroorganisme dan biota air yang berfungsi sebagai pakan alami bagi lele yang masih berupa benih. Karena pada awal pertumbuhan benih lele, makanan alami inilah yang mudah dicerna oleh organ pencernaan ikan lele.
Lalu air kolam akan berubah warna menjadi kehijauan dalam jangka waktu 1 minggu. Setelah itu tambahkanlah air bersih hingga mencapai ketinggian 100 sampai 120 cm dan siap untuk ditaburi benih lele.
8. Pemilihan Benih Lele
Langkah selanjutnya adalah Anda harus mempersiapkan benih lele yang memiliki kualitas unggul.
Ciri-cirinya benih lele yang bagus adalah:
- Gerak renang lele sangat lincah dan gesit
- Tidak terdapat bekas luka di sepanjang tubuhnya mulai kepala sampai ekor
- Kulitnya akan terlihat mengkilap
- Ukurannya seragam
- Pilihlah benih lele yang telah tumbuh 5 sampai 7 cm
9. Penebaran Bibit Lele
Langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran benih lele. Perlu diperhatikan Anda jangan asal tebar begitu saja karena nanti ikan ini akan menjadi stres dan akhrnya menjadi mati.
Cara menebar benih ikan lele yang benar:
- Masukkanlah ke dalam ember air kolam yang memiliki suhu sama dengan ruangan
- Masukkanlah sejumlah benih lele ke dalam ember tersebut
- Masukkanlah ember yang telah berisi benih tersebut ke dalam kolam.
- Miringkan sedikit ember tersebut agar terjadi percampuran antara air kolam dengan air yang ada dalam ember
- Biarkan beberapa saat sampai benih lele beradaptasi
- Miringkan sedikit lagi agar lele kemudian berenang meninggalkan ember menuju ke kolam
- Lakukanlah sampai habis
10. Pemberian Pakan Lele
Jangan lupa untuk memberikan pakan yang tepat agar pertumbuhan lele berlangsung secara optimal. Pilihlah pakan pabrik berupa pelet yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang telah sesuai dengan kebutuhan lele.
Sekali waktu Anda bisa memberikan pakan alaminya. Selain lebih terjangkau juga amat mudah untuk mendapatkannya.
Makanan alami ikan lele antara lain adalah ikan runca, keong sawah, ampas tahu yang telah difermentasi, serta cacing.
11. Kondisi Air
Jangan lupa untuk memastikan bahwa kondisi air selalu berada dalam keadaan idealnya.
Kondisi air kolam tanah yang sehat untuk ikan lele:
- Kadar oksigen yang stabil agar lele tidak kehabisan nafas
- pH asam basa air yang netral agar lele tidak mudah sakit dan akhirnya mati
- Anda harus menjaga jumlah limbah yang ada pada dasar kolam agar tidak menjadi sumber tumbuhnya mikroba yang dapat membuat lele menjadi sakit
12. Penen Ikan Lele di Kolam Tanah
Jika telah mencapai usia 3 sampai 4 bulan maka Anda bisa melakukan proses pemanenan.
2 minggu sebelum masa panen cara budidaya ikan lele di kolam tanah, Anda dapat mengurangi jumlah pakan yang diberikan. Bahkan sehari sebelumnya jangan berikan makanan agar lele tidak buang kotoran pada saat pengangkutan.
Lele yang siap di panen memiliki berat 80 – 120 gram. Atau mencapai 8 – 11 ekor lele per 1 kilogram.
Cara Ternak Lele di Kolam Tanah
Ternak ikan lele di kolam tanah melibatkan pemilihan bibit ikan lele yang berkualitas, pemberian pakan yang seimbang, dan perawatan kolam tanah yang baik untuk memastikan kualitas air dan pertumbuhan ikan lele yang optimal.
Anda dapat mengikuti langkah-langkah cara budidaya ikan lele di kolam tanah di atas untuk mendapatkan hasil panen lele yang berlimpah!






