Cara Budidaya Lele dan Kangkung Dalam Ember

Cara Budidaya Lele dan Kangkung Dalam Ember

Budidaya lele dan kangkung merupakan salah satu alternatif bercocok tanam kangkung hidroponik sambil beternak ikan lele yang semakin diminati di Indonesia. Dengan demikian, dalam satu waktu Anda dapat memperoleh 2 sumber pangan yang baik.

Budidaya lele (Clarias spp.) merupakan usaha budidaya ikan air tawar yang dapat dilakukan di ember, kolam terpal, drum, sistem bioflok, atau bahkan ternak di rumah.

Sedangkan kangkung atau water spinach (Ipomoea aquatica) merupakan sayuran hijau yang populer di Indonesia dan Asia Tenggara.

Budidaya lele memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia, mengingat lele merupakan salah satu jenis ikan yang paling populer di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan lele di Indonesia sebesar 1,06 juta ton pada tahun 2022, dengan nilai Rp18,93 triliun.

Budidaya ikan lele juga memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan biaya produksi yang relatif murah.

Sementara itu, budidaya kangkung juga memiliki potensi yang besar di Indonesia. Kangkung merupakan sayuran hijau yang mudah tumbuh dan memiliki nilai gizi yang tinggi.

Budidaya kangkung sangat mudah dan dapat dilakukan di lahan pertanian maupun di media air.

Jika Anda berminat untuk melakukan budidaya lele dan kangkung dalam satu tempat maka Anda dapat mempelajari metode di bawah ini yang terbukti efektif untuk membantu peternak pemula melakukan budidaya.

Keuntungan Budidaya Ikan Lele dan Kangkung Dalam Ember

Budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember merupakan alternatif budidaya yang semakin populer di Indonesia, terutama di daerah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Keuntungan budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember adalah:

  • Memiliki potensi pasar yang besar: Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang paling populer di Indonesia, sedangkan kangkung merupakan salah satu sayuran hijau yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Dengan budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember, Anda dapat memasok kebutuhan pasar secara lokal maupun nasional.
  • Mudah dilakukan: Budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember tidak memerlukan lahan yang luas dan tidak memerlukan peralatan yang rumit. Bahkan, kegiatan ini dapat dilakukan di dalam rumah dengan menggunakan ember atau wadah plastik yang cukup besar.
  • Biaya produksi rendah: Budidaya ikan lele dan kangkung dalam ember membutuhkan biaya produksi yang sangat rendah. Selain itu, kegiatan ini juga tidak memerlukan penggunaan pestisida atau pupuk kimia yang mahal.

Lihat: Ternak Lele di Ember

Cara Budidaya Lele dan Kangkung

Budidaya lele dan kangkung merupakan cara beternak lele sambil menanam kangkung secara hidroponik dengan menggunakan satu tempat dan media yang sama. Umumnya, budidaya ini menggunakan ember (Budikdamber) berukuran besar sebagai media ternak lele sekaligus media tanam kangkung.

Metode ini sangat cocok diaplikasikan bagi Anda  yang memiliki lahan terbatas dan ingin memanfaatkannya secara optimal. Terutama di daerah perkotaan yang memang nyaris tidak mempunyai halaman sisa.

Cara Budidaya Lele dan Kangkung Dalam Ember
Cara Budidaya Lele dan Kangkung Dalam Ember | dok: KKP

Langkah-langkah budidaya ikan lele dan kangkung: 

1. Persiapan Ember

Siapkan ember atau wadah yang cukup besar bervolume 100 liter untuk menjadi tempat budidaya ikan lele. Pastikan wadah tersebut bersih dan bebas dari kotoran atau benda lain yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan.

Jika merupakan ember bekas, maka cucilah dengan menggunakan sabun dan pastikanlah kering bebas dari residu kimia apapun.

Selain itu juga Anda bisa membuat lubang sebagai saluran pembuangan jika diperlukan untuk membuang endapan sisa pakan.

Cara membuat ember ternak lele dan kangkung hidroponik:

  1. Siapkanlah keran air isolasi serta alat bor.
  2. Pada dasar ember buat lubang sebesar keran air agar air kolam kotor bisa dikeluarkan dengan mudah.
  3. Pasangkanlah keran air dan rekatkan dengan menggunakan isolasi khusus (kedap air) sampai tidak ada celah untuk mencegah kebocoran.

2. Memilih Bibit Lele

Beli bibit ikan lele yang sehat dan berkualitas. Pilih bibit yang aktif dan tidak cacat. Perhatikan ukuran bibit ikan agar seragam agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

Ciri-ciri bibit lele yang baik adalah sebagai berikut:

  • Pilihlah bibit yang terlihat gesit dan lincah ketika berenang di air. 
  • Jangan lupa untuk memeriksa badannya apakah ada bekas luka yang menandakan benih ikan tersebut sakit atau sehat.
  • Benih ikan lele yang unggul pada umumnya memperlihatkan kilat kulit yang sehat.
  • Pilihlah yang ukurannya seragam, minimal 5 sampai 7 cm.

3. Pengisian Air Ember

Air yang digunakan dapat berasal dari sumber air bersih seperti sumur atau sungai. Pastikan air yang digunakan tidak kotor dan tercemar.

Selanjutnya anda bisa mengisi ember tersebut sekitar maksimal 2/3 volume ember.

Diamkan air tersebut selama 1 sampai 2 hari untuk menurunkan kadar asam. Kemudian cek dengan kertas pH. Jika menunjukkan kadar asam yang terlalu tinggi, maka tambahkanlah garam dapur sebanyak 1 sampai 2 sendok makan.

Jika pH sudah netral, maka bibit ikan lele bisa dimasukkan ke dalamnya. Jumlah yang optimal untuk ember berukuran 100 liter adalah sekitar 60 sampai 100 benih ikan.

Biarkan benih ikan selama 1 sampai 2 hari baru kemudian diberikan pakan lele.

Setelah proses pembenihan ikan ini, maka Anda bisa mulai menyusun gelas plastik atau pot hidroponik yang menjadi media tanam kangkung. Susunlah secara melingkar pada bibir ember dengan tetap menyisakan ruangan di tengahnya sebagai jalan udara.

4. Membuat Media Tanam

Setelah ember diisi dengan air maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam yang bisa yang akan digunakan oleh kangkung.

Cara membuat media tanam kangkung:

  • Siapkan beberapa gelas plastik bekas.
  • Dengan menggunakan solder, maka buatlah sekitar 5 – 8 lubang dasar gelas plastik agar air dalam ember bisa membasahi media.
  • Buatlah lubang pada bagian atas gelas plastik bekas tersebut sebagai tempat masuknya kawat yang akan digunakan sebagai kaitan ke ember.
  • Setelah selesai maka kaitkanlah gelas plastik tersebut pada bibir ember.
  • Isilah gelas plastik tersebut dengan arang batok kelapa sampai mencapai volume hingga 80%.
  • Selanjutnya Anda masukkan bibit kangkung sekitar 2 atau sampai 5 butir.
  • Letakkanlah ember yang berisi ikan lele serta bibit kangkung ditempat yang terkena sinar matahari.

5. Memilih Bibit Kangkung

Anda bisa memilih variasi bibit kangkung ketika akan menanam. Alternatifnya adalah sebagai berikut:

  • Anda bisa menggunakan benih kangkung yang sudah tersedia di toko penjual bibit tanaman. Langsung saja disebarkan pada media tanam yang dipersiapkan pada gelas plastik tersebut.
  • Pilihan kedua adalah Anda memanfaatkan sampah batang kangkung yang tidak terpakai. Artinya perlu mempersiapkannya terlebih dahulu. Caranya adalah dengan memotong batang kangkung yang masih mempunyai akar sekitar 15 sampai 20 cm.

Lalu tanamlah batang yang ada akarnya tersebut ke dalam media tanam yang telah dipersiapkan tadi.

6. Pemeliharaan Selama Masa Budi Daya

Ada beberapa pemeliharaan yang perlu dilakukan oleh peternak lele di ember dan kangkung (Budikdamber) untuk memastikan agar perkembangan lele besar dengan optimal dan kangkung dapat bertumbuh dengan sehat.

Cara pemeliharaan sitem Budikdamber (Budidaya Lele Dalam Ember) dan kangkung hidroponik:

1. Pemberian Pakan Lele

Anda tetap harus memberikan pakan secara rutin sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Pilihan jenis pemberian pakannya adalah sebagai berikut:

  • Pada saat ikan lele berukuran 5 sampai 7 cm Pilihlah pakan yang berjenis PF 800.
  • Ketika ikan lele berukuran 10 cm atau usianya sekitar 2 sampai 3 minggu maka pilihlah pakan berjenis PF 100.
  • Jika ukuran lele sudah mencapai lebih dari 12 cm maka anda bisa memilih pakan dengan jenis PF 781-2, 781-1, dan 781.

Lihat: Pakan Lele Yang Bagus

2. Penggantian Air

Perhatikanlah perubahan warna air yang ada di ember. Beberapa ciri-ciri yang harus menjadi pengamatan adalah sebagai berikut:

  • Jika tercium bau amonia, maka Anda harus menguras air yang ada di dalam ember karena menandakan adanya pembusukan yang berlebihan. Gantilah dengan air yang baru secara perlahan untuk mencegah lele menjadi sakit.
  • Jika air sudah berubah menjadi hijau pekat maka perhatikanlah perilaku nafsu makan lele. Jika lele tanpanya tidak terlalu bernafsu maka segera ganti air tersebut.
  • Perhatikanlah apakah posisi kepala ikan lele dalam keadaan normal atau menggantung di atas. Jika terlihat menggantung maka segera ganti airnya sehingga lele tidak mati.
  • Anda harus memperhatikan jika terjadi penurunan volume air yang ada di ember tersebut. Segera tambahkanlah sampai mencapai dasar gelas plastik, karena kangkung yang menggantung di atasnya membutuhkan air tersebut sebagai media nutrisinya.

3. Pemeliharaan Kangkung

Yang perlu perhatikan dalam proses pemeliharaan kangkung adalah sebagai berikut:

  • Jika terlihat batang kangkung mulai menguning dan mengering, maka potong saja agar menghemat nutrisi yang masih terserap ke bagian tersebut.
  • Jika terlihat terdapat kutu ataupun jamur pada sela-sela batang kangkung, maka segera potong bagian tersebut agar tidak menular ke batang yang lain.

Lihat: Ternak Lele Hidroponik

7. Panen Lele dan Kangkung Dalam Ember

Dengan memanfaatkan budidaya lele dan kangkung maka anda bisa memperoleh sayur-mayur yang segar. Sebab kangkung termasuk tanaman yang mudah sekali bertumbuh sehingga waktu panennya pun sangat singkat.

Lele dalam budikdamber siap panen pada usia 3 sampai 4 bulan setelah pembenihan pertama.

Dalam waktu 14 sampai 21 hari setelah ditanam Anda dapat memperoleh tanaman kangkung yang bisa dipanen. Caranya adalah dengan memotong bagian yang paling rimbun dengan menyisakan tunas bawahnya agar dapat bertumbuh menjadi tanaman yang baru.

Anda dapat melakukan pemanenan kangkung berkali-kali selama masa budidaya lele dengan memperhatikan kecepatan pertumbuhan kangkung tersebut.

Budidaya Ikan Lele Dan Kangkung Dalam Ember

Mari mulai budidaya ikan lele dan kangkung di rumah! Selain mudah, kegiatan ini juga bisa jadi sumber penghasilan tambahan.

Lele dan kangkung merupakan dua jenis tanaman yang cocok di budidaya bersamaan, karena saling menguntungkan.

Lele bisa memakan sisa pakan kangkung, sementara air yang digunakan untuk budidaya lele dapat memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman kangkung.

Selain itu, kedua produk ini sangat diminati di pasaran, sehingga bisa jadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Share your love
SEO Pakan Pabrik
SEO Pakan Pabrik
Articles: 3