Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah, baik flora maupun faunanya. Masyarakat Indonesia sejak dahulu telah akrab dengan aneka tanaman obat yang belakangan disebut sebagai herbal yang digunakan baik untuk sarana medis atau hanya sebagai bumbu untuk aneka kuliner.
Kini, herbal tidak hanya digunakan untuk manusia saja. Penggunaan herbal telah meluas hingga ke ranah peternakan tak terkecuali unggas. Kini banyak peternak yang tidak ragu-ragu lagi memberikan tambahan pakan berupa jamu atau ramuan herbal ke ternaknya agar produktivitasnya meningkat.
Mengutip dari pertanian.go.id, beberapa jenis herbal yang dapat digunakan sebagai campuran pakan dalam bentuk jamu antara lain adalah jahe, kencur, lengkuas, kunyit, daun sirih, dan temu lawak. Adapun pengaplikasiannya dapat melalui campuran air minum atau dicampur dalam pakan yang berfungsi sebagai makanan tambahan atau suplemen.
Jenis dan Fungsi
Sebagaimana telah dirangkum oleh pertanianku.com, berikut beberapa herbal dan manfaatnya pada ternak:
Bawang putih
Tanaman yang masuk dalam famili Amaryllidaceae ini memiliki nama latin Allium sativum Linn, merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan umbi akarnya untuk diolah menjadi bahan herbal. Bawang putih mampu mengatasi kasus aflatoksin atau aflatoksikosis pada ayam kampung.
Jahe
Banyak peternak unggas menggunakan tanaman rimpang ini karena dapat mengobati serta mencegah beberapa penyakit, seperti CRD (cekrek), koksidiosis, dan meningkatkan imun tubuh.
Kunyit
Tanaman rimpang berikutnya yang umum digunakan oleh peternakan adalah kunyit. Tanaman yang memiliki nama latin Curcuma longa Linn. ini mampu berfungsi sebagai antibakteri, menambah nafsu makan, dan menjaga pencernaan unggas tetap sehat.
Lempuyang
Berikutnya masih dalam rumpun tanaman rimpang, Lempuyang dapat digunakan untuk menambah nafsu makan ternak unggas. Lempuyang juga dapat memperbaiki sel-sel yang rusak akibat infeksi virus, diare, dan batuk.
Lengkuas
Lengkuas merupakan akar dari tanaman Alpinia officinarum yang berasal dari Asia Selatan. Tanaman rimpang yang dimanfaatkan akarnya ini berfungsi untuk menambah stamina dan penambah nafsu makan.
Lidah buaya
Umumnya lidah buaya dibudidayakan menjadi obat herbal kecantikan. Ternyata tanaman ini juga dapat berfungsi untuk meningkatkan daya cerna pakan dan menekan mortalitas ayam kampung.
Mengkudu
Tanaman lainnya yang dapat meningkatkan efisiensi pakan adalah mengkudu, yang memiliki nama latin Morinda citrifolia. Selain itu pemanfaatan daun dan buah dapat menambah warna kuning pada telur unggas yang dihasilkan, juga mampu menambah stamina unggas.
Pepaya
Selain buahnya yang enak dimakan, tanaman ini biasa dimanfaatkan daunnya oleh peternak. Daun pepaya memiliki manfaat meningkatkan daya tahan tubuh ayam sehingga tidak mudah terserang penyakit.
Sambiloto
Hampir semua bagian Sambiloto dapat dimanfaatkan mulai dari daun, batang, hingga bunganya dapat digunakan untuk menyembuhkan snort atau flu pada unggas, menekan aflatoksin dalam pakan, meningkatkan stamina dan mengatasi gangguan koksidiosis pada unggas.
Temuireng
Curcuma aeruginosa atau secara lokal disebut temu ireng merupakan tanaman rimpang yang telah umum digunakan sebagai obat tradisional. Penggunaannya pada unggas dapat berfungsi untuk mencegah cacingan terutama pada ayam kampung.
Cara Membuat
Pemberian herbal pada unggas secara umum dilakukan dengan cara melalui air minum atau melalui pakan. Berikut tips yang diberikan oleh Cybex Pertanian sebagaimana dikutip dari laman pertanian.go.id.
Bahan
- Kencur 1,5 kg
- Bawang putih 1,5 kg
- Jahe 0,5 kg
- Lengkuas 0,25 kg
- Kunyit 1 kg
- Daun sirih 0,25 kg
- Temulawak 1 kg
- Kayu manis 0,05 kg
- Daun mahkota dewa 0,25 kg
- Molases 1 liter
- Probiotik 1 liter
Cara Pembuatan
- Bersihkan semua bahan dari kotoran yang menempel.
- Bahan dikupas lalu diblender dengan air bersih secukupnya.
- Saring hasil blender lalu diperas.
- Tambahkan 1 liter tetes tebu atau molases dalam hasil perasan.
- Tambahkan pula 1 liter probiotik lalu aduk ramuan hingga berwarna coklat. Lalu tambahkan air bersih (air sumur) hingga ramuan mencapai volume 40 liter.
- Peram ramuan selama 6 hari dalam drum atau jeriken yang tertutup rapat.
- Simpan ramuan dalam ruangan yang sejuk. Jangan lupa untuk membuka sembari mengaduknya selama 5 menit setiap hari.
- Setelah diaduk pastikan jeriken ramuan ditutup kembali dengan rapat. Lakukan sampai hari ke enam.
Cara Penggunaan
Ramuan yang telah jadi jamu dapat digunakan ke ternak dengan mencampurkan air bersih sebanyak 10 liter dengan jamu yang telah dibuat sebanyak 50 cc atau 5 sendok makan. Campuran tersebut dapat diberikan ke ternak melalui disiramkan tipis merata ke pakan atau dicampurkan melalui air minum. Jamu tersebut dapat diberikan pada ternak unggas setiap hari. (RZ)
Sumber :
pertanianku.com & pertanianku.go.id







