Campuran Herbal pada Pakan Jaga Kesehatan Ayam

Peternak selalu menjadikan kesehatan ternaknya sebagai prioritas utama, apa pun jenis dan tujuan beternaknya. Sebab bagaimana pun, ternak yang sehat akan memberikan performa terbaiknya dan tentu saja akan memberikan kepuasan bahkan nilai ekonomi yang maksimal sebagai timbal baliknya. Ada banyak cara yang ditempuh oleh peternak agar kesehatan ternaknya selalu terjaga, salah satunya adalah menggunakan tanaman obat atau herbal yang kerap digunakan oleh manusia ke ternak.

Manfaat Herbal untuk Ayam

Mengutip dari pertanian.go.id, bahan herbal yang ada dapat diramu sedemikian rupa menjadi obat atau pakan jamu. Apabila bahan herbal yang digunakan mengandung antibiotik alami, pakan tersebut dapat memperbaiki metabolisme dan meningkatkan daya tahan tubuh serta nafsu makan ternak unggas. Pakan jamu, juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan konversi penggunaan pakan (FCR), dan dapat pula digunakan sebagai pencegahan serta pengobatan dari berbagai penyakit yang kerap dijumpai pada ternak unggas seperti Pullorum (berak kapur), snot, tetelo (New Castle Disease / ND / berak ijo).

Selain itu, penggunaan pakan herbal dipercaya dapat meningkatkan mutu karkas yang dihasilkan. Aroma amis pun pada daging dapat dikurangi, hingga membuat warna kuning telur terlihat lebih jingga. Di sisi  lingkungan, ternyata pakan jamu dapat pula mengurangi bau kotoran ayam karena memicu terjadinya penguraian zat amoniak pada kotoran unggas.

Nasiruddin Miftahul Firdaus selaku Direktur Sales PT. Ganeeta Formula Nusantara, pada Farmsco E Learning #17 pada Jumat (27/5) lalu, menyampaikan lima poin penting pemanfaatan herbal pada unggas. Yakni sebagai imunomodulator, anti bakteri, anti inflamasi, anti oksidan, dan hepatoprotektan. Bagian dari tanaman yang dapat dimanfaatkan, adalah daun, biji, batang hingga umbinya.

Ia mencontohkan penggunaan pinang yang berfungsi untuk menyehatkan saluran cerna karena dapat menyerap air sehingga kotoran ternak menjadi lebih kering. Pinang juga dapat menghambat pertumbuhan cacing yang sering kali menjadi problem bagi peternak unggas. “Berikutnya seperti daun lamtoro, jahe dan batang kayu manis. Ini adalah sedikit contoh bahan herbal yang ada,” ujarnya.

Secara jangka panjang, Nasiruddin mengklaim penggunaan bahan herbal dalam pakan dapat menurunkan biaya produksi dengan cara membuat ternak sehat, sehingga beternak pun menjadi lebih efisien dan dapat menjadi nilai tambah bagi produk peternakannya, seperti telur herbal. “Otomatis ketika biaya produksi turun maka margin akan naik,” jelas dia.

Turunkan Stres

Diterangkan drh. M. Riza Muzakki selaku Customer Care & Technical Development Farmsco, dalam kesempatan yang sama, herbal dalam tubuh unggas terutama ayam bekerja dengan cara menurunkan stres internal pada ayam. “Secara metabolisme makhluk hidup mengeluarkan stres apabila bertemu misal dengan kepanasan. Jika tidak dikendalikan hal tersebut dapat merusak sel-sel,” terang Riza.

Ketika sel mendapati suatu keadaan yang membuat stres, lanjut Riza, dia akan menghasilkan ROS (Reactive Oxygen Species). Herbal yang ada dalam pakan bekerja untuk menekan terbentuknya ROS, sehingga kapasitas sel akan lebih tahan dan sehat.

Selanjutnya, herbal dapat bekerja dalam penyembuhan infeksi dengan cara mengkolonisasi bakteri tertentu sehingga bakteri jahat sulit berkembang. Ada pula herbal yang melindungi sel sehingga ketika bakteri jahat datang, tidak jadi untuk menempel pada sel.  (RZ)

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 544