Kebutuhan Nutrien Pakan Broiler Tiap Fase Pemeliharaan

Ayam pedaging atau lebih dikenal sebagai ayam broiler merupakan salah satu galur ayam yang diseleksi secara ketat selama puluhan tahun guna mampu memproduksi daging dalam waktu yang singkat. Tidak heran jika ayam jenis ini mampu  mencapai berat 1,8 – 2 kg lebih dengan masa pemeliharaan sekitar 30 hari saja.

Secara umum ada tiga fase dalam pemeliharaan broiler, pertama adalah pre-starter, kedua adalah starter dan ketiga adalah finisher. Pada masing-masing fase tersebut terdapat perbedaan kebutuhan mengikuti berkembangnya fungsi fisiologis dan metabolisme ayam sehingga pakannya pun mesti berbeda pula.

Fase Pemeliharaan Pre-Starter

Fase ini di mulai umumnya pada usia 0 – 12 hari. Terdapat dua metode penghitungan umur anak ayam umur sehari, pertama adalah ketika ayam datang dari penetasan dan ditebar di kandang, usia ayam dihitung 0 hari. Beberapa peternak juga tak sedikit yang menggunakan metode kedua, yakni menghitung usia DOC (anak ayam umur sehari) 1 hari ketika ditebar di kandang. Tak ada yang salah dari kedua metode di atas, karena umumnya memang DOC tidak mendapatkan makanan selama transportasi dari penetasan ke kandang. Biasanya hanya diberi gel khusus untuk mengurangi stres perjalanan.

Foto dok : @inifoto_jogja

Fase Pre Starter merupakan fase penting dan penentu keberhasilan pada budidaya broiler. Pada fase ini ayam mengalami perbanyakan sel dengan sangat cepat atau hiperplasia. Sebab itu ayam memerlukan lingkungan yang mendukung dan pakan bernutrisi sehingga mampu mencukupi kebutuhan selnya.

Dikatakan dalam Ross Broiler Handbook (2018), ketika ayam menetas terjadi transformasi dari penyerapan kuning telur untuk pemanfaatan pakan disertai dengan perubahan dramatis pada saluran pencernaan. Pada masa ini saluran cerna masih belum matang sehingga perlu perawatan khusus dan bahan pakan yang digunakan sebaiknya berasal dari bahan yang mudah diserap oleh anak ayam.

Beberapa fitur yang sebaiknya ada dalam pakan pre-starter :

  • Bahan mudah dicerna dan diserap tubuh anak ayam.
  • Memiliki kandungan nutrien tinggi, terutama asam amino, vitamin E dan seng.
  • Dapat mengandung atau menggunakan pre- dan probiotik.
  • Mengandung stimulan imun tubuh, seperti: minyak esensial, nukleotida, dll.
  • Fase Pemeliharaan Pre-Starter

    Fase ini di mulai umumnya pada usia 0 – 12 hari. Terdapat dua metode penghitungan umur anak ayam umur sehari, pertama adalah ketika ayam datang dari penetasan dan ditebar di kandang, usia ayam dihitung 0 hari. Beberapa peternak juga tak sedikit yang menggunakan metode kedua, yakni menghitung usia DOC (anak ayam umur sehari) 1 hari ketika ditebar di kandang. Tak ada yang salah dari kedua metode di atas, karena umumnya memang DOC tidak mendapatkan makanan selama transportasi dari penetasan ke kandang. Biasanya hanya diberi gel khusus untuk mengurangi stres perjalanan beda pakan layer dan broiler.

    Foto dok : @inifoto_jogja

    Fase Pre Starter merupakan fase penting dan penentu keberhasilan pada budidaya broiler. Pada fase ini ayam mengalami perbanyakan sel dengan sangat cepat atau hiperplasia. Sebab itu ayam memerlukan lingkungan yang mendukung dan pakan bernutrisi sehingga mampu mencukupi kebutuhan selnya.

    Dikatakan dalam Ross Broiler Handbook (2018), ketika ayam menetas terjadi transformasi dari penyerapan kuning telur untuk pemanfaatan pakan disertai dengan perubahan dramatis pada saluran pencernaan. Pada masa ini saluran cerna masih belum matang sehingga perlu perawatan khusus dan bahan pakan yang digunakan sebaiknya berasal dari bahan yang mudah diserap oleh anak ayam.

    Beberapa fitur yang sebaiknya ada dalam pakan pre-starter :

    • Bahan mudah dicerna dan diserap tubuh anak ayam.
    • Memiliki kandungan nutrien tinggi, terutama asam amino, vitamin E dan seng.
    • Dapat mengandung atau menggunakan pre- dan probiotik.
    • Mengandung stimulan imun tubuh, seperti: minyak esensial, nukleotida, dll.
    • Ada pemicu nafsu makan, seperti: bentuk pakan, tinggi natrium, rasa, dll.

    Energi pakan pre-starter sebagaimana dalam Hubbard Fast Growth Manual Broiler Management (2016), disarankan ada di kisaran 2.850 – 3.000 kkal dengan energi metabolisme dikisaran 11,92 – 12,55 MJ. Protein kasar yang tersedia dalam 1 kg pakan setidaknya ada sebanyak 75 – 77 gram. Diikuti kalsium sebanyak 3.27 – 3.43 gram, Fosfor 1,60 – 1,65 gram, natrium 0,52 – 0,75 gram dan klorida 0,52 – 1 gram.

    Mudahnya, sebagaimana ditulis dalam Cob700 Broiler Suplement (2020), pilih pakan dengan kandungan protein kasar sebanyak minimal 21 % untuk ayam pada fase ini. Agar makin mudah dimakan oleh anak ayam yang sedang belajar makan, sebaiknya pakan berbentuk crumble atau butiran kecil, bukan berbentuk pelet.

    Cara pemberian pakan anak ayam ketika pertama kali ditebar dalam kandang sebaiknya dilakukan dengan menyebar pakan ke seluruh area brooder yang dilapisi oleh koran atau alas lainnya. Agar ayam dapat mengenali mana pakan dan minumnya. Sehingga target 24 jam pertama tembolok ayam penuh dapat tercapai. Kemudian setelah masuk usia 2-3 hari, alas koran dapat dilepas sehingga anak ayam langsung makan dari baby feeder.

    Pemberian pakan pun ditingkatkan sedikit demi sedikit setiap hari (tabel 1) dengan pemberian air minum ad libitum atau tak dibatasi. Target pemeliharaan di fase ini adalah berat anak ayam mencapai 183 gram atau lebih dengan total pakan yang dimakan mencapai 162 gram per ekor.

    Tabel 1. Standar Konsumsi Pakan dan Berat Harian COb700 Broiler 0 – 10 hari

    Sumber: Cob700 Broiler Supplement (2020)

    Fase Starter/Grower

    Berikutnya adalah fase starter, fase ini juga kadang kala disebut sebagai fase grower karena pendeknya masa pemeliharaan broiler. Di mana anak ayam telah tumbuh dan saluran cerna mulai sempurna. Fase ini bisa dimulai dari usia 10 – 21 hari, dilihat dari perkembangan ayam tentunya. Kebutuhan energi di fase ini sebanyak 2.850 – 3.100 kkal per kg, dengan energi metabolisme sebesar 11,92 – 12,97 MJ per kg.

    Mengikuti metabolisme ayam yang mulai berubah dan aktivitas fisiologisnya, maka kebutuhan proteinnya pun disesuaikan. Setidaknya pakan fase ini mengandung protein kasar sebanyak 20 %. Komponen makro dan mikro nutrien serta asam amino disesuaikan dengan kebutuhan ayam pada fase ini (tabel 2). Bentuk pakannya masih disarankan berupa crumble guna memudahkan ayam makan. Namun pakan berbentuk pelet juga dapat diberikan dengan ukuran pelet berdiameter 2,8 – 3 mm dan panjangnya 5 – 6 mm per butir.

    Ketika mengubah pakan dari pre-starter ke pakan starter perlu diperhatikan agar performa broiler terjaga. Pastikan mengubahnya dengan perlahan, secara umum pergantian pakan dapat dilakukan selama 3 hari. Hari pertama 75 % pakan lama : 25 % pakan baru, berikutnya menjadi 50 : 50, hari ketiga 25 : 75. Di hari keempat sudah bisa menggunakan pakan baru seluruhnya.

    Tabel 2. Rekomendasi Asam Amino dalam pakan untuk Cobb 700 (%)

    Sumber: Cob700 Broiler Supplement (2020) dengan penyesuaian.
    Fase Finisher

    Fase yang terakhir ini berlangsung dari ayam umur 22 hingga panen. Energi yang harus ada dalam 1 kg pakan adalah 2.850 – 3.200 per kg dengan metabolisme energi dikisaran 11,92 – 13,38 MJ. Protein kasar yang terkandung dalam pakan finisher berkisar antara 62 – 64 g per kg atau setara dengan 19 %.

    Pakan pada fase ini ditujukan untuk merawat performa broiler yang telah dibentuk pada fase sebelumnya. Perbanyakan sel sudah selesai sehingga yang tersisa hanya pembesaran sel saja. Seluruh organ tubuh ayam juga telah sempurna, termasuk saluran cerna ayam. Pertambahan berat badan harian ayam juga sudah mulai melandai sehingga pakan harus diperhitungkan dengan cermat.

    Bentuk pakan yang direkomendasikan pada fase ini adalah pelet dengan diameter 3 – 4 mm dan panjang 6 – 7 mm tiap butirnya. Pemberian pakan pada tiap fase harus diperhatikan agar tidak ada jeda pakan kosong terlalu lama yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan akibat ayam yang stres. (RZ)

    Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber

Energi pakan pre-starter sebagaimana dalam Hubbard Fast Growth Manual Broiler Management (2016), disarankan ada di kisaran 2.850 – 3.000 kkal dengan energi metabolisme dikisaran 11,92 – 12,55 MJ. Protein kasar yang tersedia dalam 1 kg pakan setidaknya ada sebanyak 75 – 77 gram. Diikuti kalsium sebanyak 3.27 – 3.43 gram, Fosfor 1,60 – 1,65 gram, natrium 0,52 – 0,75 gram dan klorida 0,52 – 1 gram.

Mudahnya, sebagaimana ditulis dalam Cob700 Broiler Suplement (2020), pilih pakan dengan kandungan protein kasar sebanyak minimal 21 % untuk ayam pada fase ini. Agar makin mudah dimakan oleh anak ayam yang sedang belajar makan, sebaiknya pakan berbentuk crumble atau butiran kecil, bukan berbentuk pelet.

Cara pemberian pakan anak ayam ketika pertama kali ditebar dalam kandang sebaiknya dilakukan dengan menyebar pakan ke seluruh area brooder yang dilapisi oleh koran atau alas lainnya. Agar ayam dapat mengenali mana pakan dan minumnya. Sehingga target 24 jam pertama tembolok ayam penuh dapat tercapai. Kemudian setelah masuk usia 2-3 hari, alas koran dapat dilepas sehingga anak ayam langsung makan dari baby feeder.

Pemberian pakan pun ditingkatkan sedikit demi sedikit setiap hari (tabel 1) dengan pemberian air minum ad libitum atau tak dibatasi. Target pemeliharaan di fase ini adalah berat anak ayam mencapai 183 gram atau lebih dengan total pakan yang dimakan mencapai 162 gram per ekor.

Tabel 1. Standar Konsumsi Pakan dan Berat Harian COb700 Broiler 0 – 10 hari

Sumber: Cob700 Broiler Supplement (2020)

Fase Starter/Grower

Berikutnya adalah fase starter, fase ini juga kadang kala disebut sebagai fase grower karena pendeknya masa pemeliharaan broiler. Di mana anak ayam telah tumbuh dan saluran cerna mulai sempurna. Fase ini bisa dimulai dari usia 10 – 21 hari, dilihat dari perkembangan ayam tentunya. Kebutuhan energi di fase ini sebanyak 2.850 – 3.100 kkal per kg, dengan energi metabolisme sebesar 11,92 – 12,97 MJ per kg.

Mengikuti metabolisme ayam yang mulai berubah dan aktivitas fisiologisnya, maka kebutuhan proteinnya pun disesuaikan. Setidaknya pakan fase ini mengandung protein kasar sebanyak 20 %. Komponen makro dan mikro nutrien serta asam amino disesuaikan dengan kebutuhan ayam pada fase ini (tabel 2). Bentuk pakannya masih disarankan berupa crumble guna memudahkan ayam makan. Namun pakan berbentuk pelet juga dapat diberikan dengan ukuran pelet berdiameter 2,8 – 3 mm dan panjangnya 5 – 6 mm per butir.

Ketika mengubah pakan dari pre-starter ke pakan starter perlu diperhatikan agar performa broiler terjaga. Pastikan mengubahnya dengan perlahan, secara umum pergantian pakan dapat dilakukan selama 3 hari. Hari pertama 75 % pakan lama : 25 % pakan baru, berikutnya menjadi 50 : 50, hari ketiga 25 : 75. Di hari keempat sudah bisa menggunakan pakan baru seluruhnya.

Tabel 2. Rekomendasi Asam Amino dalam pakan untuk Cobb 700 (%)

Sumber: Cob700 Broiler Supplement (2020) dengan penyesuaian.
Fase Finisher

Fase yang terakhir ini berlangsung dari ayam umur 22 hingga panen. Energi yang harus ada dalam 1 kg pakan adalah 2.850 – 3.200 per kg dengan metabolisme energi dikisaran 11,92 – 13,38 MJ. Protein kasar yang terkandung dalam pakan finisher berkisar antara 62 – 64 g per kg atau setara dengan 19 %.

Pakan pada fase ini ditujukan untuk merawat performa broiler yang telah dibentuk pada fase sebelumnya. Perbanyakan sel sudah selesai sehingga yang tersisa hanya pembesaran sel saja. Seluruh organ tubuh ayam juga telah sempurna, termasuk saluran cerna ayam. Pertambahan berat badan harian ayam juga sudah mulai melandai sehingga pakan harus diperhitungkan dengan cermat.

Bentuk pakan yang direkomendasikan pada fase ini adalah pelet dengan diameter 3 – 4 mm dan panjang 6 – 7 mm tiap butirnya. Pemberian pakan pada tiap fase harus diperhatikan agar tidak ada jeda pakan kosong terlalu lama yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan akibat ayam yang stres. (RZ)

Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 534