Proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan yang baik dapat menentukan kesuksesan budidaya udang. Yakni melalui efisiensi penggunaan pakan, mempercepat pertumbuhan, serta menjaga kesehatan udang. Untuk mencapai proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang optimal, maka perlu strategi yang komprehensif pada setiap proses yang berlangsung dalam sistem pencernaan udang.
Menurut Technical Specialist Aqua Elanco Indonesia, Akrom Muflih, terdapat beberapa proses dalam saluran pencernaan udang, antara lain digestion (pencernaan), sekresi, penyerapan nutrisi, hingga bagaimana nutrisi tersebut ditransfer ke seluruh tubuh udang. Semua proses tersebut harus berjalan mulus jika ingin mencapai pertumbuhan dan kesehatan udang yang optimal.
“Jika dalam salah satu proses ini terjadi masalah, maka akan mengganggu performa udang secara keseluruhan ,” ungkap Akrom dalam webinar BincangUdang yang diadakan Minapoli dan Elanco beberapa waktu lalu.
Peran Lain Saluran Pencernaan sebagai Pertahanan
Sebelum membuat strategi optimalisasi saluran pencernaan atau dikenal dengan istilah shrimp intestinal integrity, penting bagi petambak mengetahui fungsi dari saluran pencernaan itu sendiri. Menurut Akrom, Selain peran utamanya sebagai pengubah nutrisi pakan menjadi energi yang akan digunakan oleh udang, saluran pencernaan juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai benteng pertahanan terakhir (physical barrier) dari serangan penyakit.
Saluran pencernaan kerap menjadi target utama serangan bakteri. Epitel-epitel pada saluran pencernaan biasanya menjadi tempat patogen seperti bakteri Vibrio, endoparasit dan ektoparasit, serta gregarin (protozoa parasit). Sehingga kata Akrom, fungsi saluran pencernaan yang kedua ini juga perlu dioptimalkan agar bisa menjaga kesehatan udang tetap prima.
Bagaimana Cara Mengoptimalkan Proses Pencernaan?
Karena saluran pencernaan memiliki dua peran yang sama-sama penting, maka optimalisasi saluran pencernaan dapat dilakukan melalui dua pendekatan juga. Yakni melalui pemenuhan nutrisi dasar sesuai dengan kebutuhan minimal udang; dan pemenuhan kebutuhan khusus, terutama untuk kesehatan saluran pencernaan, melalui imbuhan suplemen (vitamin dan mineral), asam organik, hingga probiotik.
Akrom Muflih saat menerangkan bagaimana cara mengoptimalkan proses pencernaan nutrisi pada udang di BincangUdang. Foto dok : Channel Youtube Minapoli
1. Nutrisi Dasar
Pemenuhan nutrisi dasar (basic nutrition) umumnya sudah dilakukan dengan baik oleh para petambak, melalui pemberian pakan amonia tinggi udang vanamepabrik yang sudah terstandar. Profil nutrisi dan kualitas bahan baku pada pakan akan menentukan sejauh mana efisiensi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan.
Yang menjadi sedikit catatan bagi Akrom dalam nutrisi dasar ini adalah kemungkinan adanya zat lain, seperti zat anti-nutrisi dalam bahan baku berbasis nabati, yang bisa membuat proses pencernaan menjadi tidak efisien. Sehingga petambak perlu memastikan jika pakan yang digunakannya mengandung bahan baku protein berbasis nabati, zat-anti nutrisinya sudah diminimalisir.
2. Suplemen (Vitamin dan Mineral)
Sementara untuk optimalisasi saluran pencernaan melalui imbuhan pakan, langkah ini bisa berbeda-beda di setiap tambak, tergantung pada kondisi lingkungan dan kebutuhan udang untuk merespon lingkungannya. Oleh karenanya para petambak perlu cermat mengamati dinamika apa saja yang terjadi di dalam tambak.
Akrom yakin setiap pakan pabrik sudah dilengkapi premiks sesuai kebutuhan dasar udang dalam lingkungan yang normal. Tetapi jika kualitas air di dalam tambak sedang buruk atau alami perubahan signifikan, maka udang memerlukan tambahan vitamin dan mineral agar bisa adaptif terhadap perubahan tersebut.
“Belakangan juga sudah ada pabrik pakan yang mengeluarkan pakan fungsional, yang mengarahkan pada pemakaian suplemen maupun additive lain, untuk menunjang kesehatan maupun pertumbuhan udang,” ujarnya.
3. Asam Organik
Imbuhan lainnya yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan spesifik udang adalah asam organik. Asam organik memiliki dua fungsi bagi udang, antara lain untuk mengoptimalkan nutrisi pada pakan dan juga sebagai antimikrobial.
Akrom mengungkapkan bahwa asam organik dapat membantu menurunkan pH pada pakan dan saluran pencernaan. Penurunan pH ini berperan dalam menekan pertumbuhan bakteri, seperti Vibrio parahaemolyticus. Bakteri penyebab AHPND ini dapat tumbuh dengan baik pada pH 7,8 – 8,6, namun sangat sensitif pada kondisi asam dengan pH di bawah 3,6.
“Vibrio lain juga tidak tahan pada pH 5 selama 15 menit. Jadi kalau kita bisa turunkan pH pakan bisa sampai pH 5 saja, dan pakan akan berefek (menurunkan pH juga) ke saluran pencernaan, maka kita mampu menghilangkan Vibrio,” tegas Akrom.
Selain itu, asam organik juga mampu meningkatkan mikrovilli pada saluran pencernaan, sehingga mikrovili menjadi lebih panjang dan kualitas penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.
Sementara itu, fungsi asam organik sebagai antimikroba, bekerja dengan cara membunuh langsung Vibrio. Prosesnya adalah, “asam organik masuk ke dalam dinding sel bakteri, merusak organel-organel, kemudian menurunkan pH di sitoplasma bakteri tersebut. Sehingga bakterinya akan lisis.” Namun peran ini bisa dicapai jika asam organik tersebut di-coating dengan baik sehingga mampu sampai ke saluran pencernaan bagian tengah dan belakang.
4. Agen Biologis (Probiotik)
Cara terakhir dalam mengoptimalkan proses pencernaan udang adalah dengan menambahkan agen biologis berupa probiotik. Meski penggunaan probiotik untuk membantu mengoptimalkan saluran pencernaan sudah umum dilakukan petambak, tetapi hasilnya kerap kurang efektif karena proses aplikasinya yang kurang tepat.
“Biasanya probiotik yang kita pakai itu tidak sampai ke target-target di saluran pencernaan. Yang biasa kita coating (dicampur dengan pakan) manual di tambak, itu ada potensi terlarut di dalam air, sehingga tidak sampai ke saluran pencernaan. Yang jadi concern kita saat ini bagaimana bahan-bahan imbuhan ini bisa menjangkau semua saluran pencernaan mulai dari mulut, lambung, sampe usus bagian belakang,” jelas Akrom.
Menurutnya, idealnya probiotik yang digunakan untuk saluran pencernaan memiliki spesifikasi khusus, seperti sudah di-mikroenkapsulasi atau di-coating dengan baik sehingga bisa sampai ke semua saluran pencernaan. AB








