Waspada Gumboro, Cek Titer Antibodi Ayam

Sebagian besar wilayah Indonesia kini mengalami curah hujan yang cukup tinggi, sebab di Indonesia tengah memasuki musim hujan. Musim ini termasuk musim yang diwaspadai oleh para peternak unggas terutama para peternak ayam petelur. Pasalnya, perubahan cuaca dari terik ke hujan tidak dapat diprediksi dan perbedaan suhu antara siang dan malam dapat terjadi secara ekstrem.

Disampaikan Fadies Ammar Zulfikar – Customer Care PT New Hope Indonesia, di daerah Cianjur, Jawa Barat, kasus serangan virus gumboro atau IBD (Infectious Bursa Disesase) sedang meningkat. “Bisa dikatakan 1 dari 10 peternak layer, kandangnya terkena gumboro. Kasus yang banyak terjadi pada umur ayam 3 minggu,” ungkapnya.

Gumboro memang menjadi momok tersendiri bagi peternak unggas, pasalnya tidak ada obat yang mampu menyembuhkannya apabila telah muncul dan menginfeksi ayam yang ada. Dikatakan Adies – sapaan akrab Fadies, tingkat kematian ayam di kandang yang terserang gumboro dapat mencapai 50 – 60 % dari total populasi. Kerugian yang memang tak dapat dianggap kecil oleh peternak.

Foto dok : Freepik.com

Dijelaskan dalam medion.co.id (20/11/22), gumboro merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang berasal dari famili Birnaviridae dan genus Avibirnavirus. Virus gumboro termasuk virus yang tidak beramplop yakni tidak memiliki lapisan lipid sebagai pelindung luar. Hal tersebut menyebabkan virus ini sangat resistan. Meski begitu, virus ini dapat dibasmi dengan desinfektan yang mengandung bahan aktif dari golongan iodin dan aldehida. Berkat sifat resistannya itu, virus gumboro dapat ditemukan dalam kotoran ayam yang terinfeksi dan mampu bertahan di lingkungan dalam waktu mencapai lebih dari 3 bulan. Guna memutus penularan virus tersebut peternak harus maksimal dalam melakukan pembersihan kandang dan memberikan waktu kosong kandang yang cukup.

Penanganan Gumboro

Apabila kandang terlanjur terserang gumboro, maka peternak harus benar-benar memperhatikan manajemen kandangnya. Adies menyarankan untuk memberikan anti-stres dan vitamin pada ayam. Lalu peternak seyogyanya meminta saran pada dokter hewan untuk pemberian antibiotik guna menghalau infeksi sekunder yang dapat terjadi akibat turunnya imun. “Mengingat gumboro itu termasuk penyakit imunosupresi, maka penting pemberian antibiotik agar kematian tidak makin meningkat,” jelas dia.

Karena tak dapat diobati maka yang dapat dilakukan oleh peternak berikutnya adalah dengan berupaya agar dapat mengurangi tingkat kematiannya dalam satu flok. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan memberikan tambahan energi ke ayam tersebut. “Kita kasih gula yang mengandung sorbitol, kita beri juga elektrolit sebagai anti-stres. Karena gumboro menyebabkan stres. Ketika ayam stres, maka dapat menyebabkan komplikasi lainnya,” imbuh Adies.

Pada laman medion.co.id (20/11/22), disarankan untuk segera melakukan isolasi terhadap ayam yang sakit dan melakukan desinfeksi kandang. Pada kejadian kasus gumboro tunggal, dapat diberikan air gula dengan takaran 2 – 5 % dari kebutuhan harian ayam.

Pencegahan Gumboro

Gumboro dapat dicegah sedini mungkin agar tidak muncul dan menjangkiti ayam. Disampaikan Adies, apabila kandang yang digunakan oleh peternak pernah terserang gumboro maka periode kosong kandang sangat penting. Tentunya dengan memberikan jarak yang cukup dan pencucian total dengan menggunakan desinfektan yang tepat.

Munculnya gumboro pada ayam layer masa brooding diterangkan olehnya, lantaran manajemen brooding yang kurang baik. Pasalnya, banyak peternak yang kurang memperhatikan kondisi brooding pada malam hari. Suhu yang tepat untuk brooding layer pada minggu ketiga adalah di 26 – 28 o C, sedangkan target suhu tubuh normal berada di kisaran 40 – 41 o C.

Ketika suhu dalam brooding lebih rendah, lanjut Adies menerangkan, maka ayam juga akan rentan terhadap stres. Kondisi tersebut dapat memicu penurunan imun tubuh ayam sehingga lebih rentan pula terhadap serangan penyakit. Sebab itu, manajemen brooding yang baik dan benar menjadi kewajiban agar ayam dapat selamat dari ancaman gumboro.

Vaksinasi pun diperlukan sebagai perlindungan awal bagi ayam. Adies mengklaim, vaksinasi gumboro di penetasan sebagai vaksin pertama adalah langkah tepat yang baik untuk diambil. Lantaran, ia meyakini hasil vaksin di penetasan lebih rendah risiko stresnya untuk ayam dan memiliki biaya yang terjangkau.

Pihaknya juga tengah gencar menyuarakan tes titer antibodi ayam guna memantau perkembangan antibodi ayam. Setelah dites dan hasil lab keluar, maka dapat dilakukan tindakan sesuai dengan rekomendasi yang ada. “Apabila titer turun, maka akan dilakukan revaksinasi agar titer antibodinya naik lagi,” pungkas Adies. (RZ)

Reza Purwantara
Reza Purwantara

Reza Purwantara Firdaus adalah seorang jurnalis agribisnis yang tertarik dengan alam dan proses yang terjadi di sekelilingnya. Memiliki pengalaman dalam dunia fotografi dan videografi. Pernah melalukan ekspedisi lintas selat bali - lombok menggunakan jukung HDPE.

Articles: 0
Chat WA
1
Mau Bertanya?
Hi, bisa saya bantu?