Cek anco, jadi salahsatu kegiatan dalam budidaya udang yang paling krusial. Selama ini cek anco dilakukan untuk memastikan udang makan. Selain rutin dilakukan setiap hari, kegiatan ini bahkan bisa dilakukan beberapa kali dalam 1 hari. Hal ini yang dilakukan oleh Khamim Khusaini, teknisi pendampingan tambak Aretha Farm di Lombok yang bisa melakukan cek anco hingga 5 kali dalam sehari.
Amik, begitu pria ini biasa disapa menyampaikan, selain untuk mengecek pakan habis atau tidak dalam kurun waktu 1 kali pemberian pakan, cek anco juga dilakukan untuk melihat besar kecilnya udang. Ia memisalkan, pemberian pakan antara jam 7 – jam 11, maka cek anco dilakukan jam 10. “Kalo pakan abis, berarti makannya masih oke, kita bisa nambah pakan atau tetap,” jelasnya. Sedangkan untuk mengecek Average Daily Growth atau rata-rata kenaikan bobot badan harian, dilakukan dengan cara sampling untuk melihat apakah dengan pakan sekian, ADG nya sesuai atau tidak. “Untuk sampling biasanya menggunakan jala dengan mengambil ½-1 kilo udang,” urai Amik.
Deteksi Dini Penyakit Udang
Tidak hanya cek konsumsi pakan, menurut Amik melalui cek anco juga bisa dilakukan pengecekan atau deteksi dini penyakit udang yang mungkin sedang menyerang. Contohnya, lanjut Amik, penyakit White Feces Disease (WFD), indikasi AHPND, udang terlihat lemas, dll semua terlihat disitu. “Saat anco diangkat itu kan keliatan warna udang, pigmen, usus, sampai kotorannya. Jadi walaupun sekali cek anco hanya memakan waktu 2 menit, tapi bisa terkontrol semua. Sekaligus lincah tidaknya renang si udang saat naik turunkan anco,” tegasnya.
Dengan terlihatnya indikasi penyakit pada udang, misal kurang nafsu makan yang bisa terjadi karena pengaruh air atau karena kurang pakan maka antisipasi atau tindakan pencegahan bisa dilakukan selama udang masih banyak yang dalam kondisi sehat. Salahsatunya dengan penambahan probiotik, vitamin, dll. Tapi Amik juga tidak memungkiri, jika sudah terjadi kematian diatas 50%, bisa diambil keputusan untuk melakukan flushing (pengosongan kolam akibat wabah penyakit yang menyebabkan mortalitas di atas 50% pada usia sebelum 30 hari). “Tambak yang kena AHPND, kalo di usia 30 hari SR-nya masih 50-60%, masih bisa kita rawat. Paling pas panen FCR masih 1,4-1,5. Tapi kalo kita liat usia 30 hari SR sudah dibawah 50%, atau sekitar 30-40 %, lebih baik kita lakukan flushing karena pakan di 30 hari sudah banyak, sehingga sangat tidak efisien,” urainya.
Terkait standar FCR budidaya udang, Amik mengakui bahwa ini sangat bervariasi. Dalam keadaan normal dan budidaya lancar, saat udang mencapai umur 30 hari, rata-rata FCR nya di 0,9. Atau umur 125 hari, mencapai size 30, FCR di 1,2-1,3. “Misal kita sudah menentukan standar, umur 30 hari FCR 0,9, umur 40-50 hari FCR 1, umur 50-70 hari FCR 1,1, umur 70-100 hari FCR 1,2 dan umur 100-125 hari FCR 1,2-1,3. Nah jika udang usia 100 hari bisa mencapai kepala 4 atau kepala 3, FCR nya 1,1 atau 1,2, masih oke,” klaim Amik. Tapi semua standar di atas, lanjut Amik, juga akan sangat tergantung area dan kondisi lingkungan salahsatunya apakah airnya murni air laut atau ada campuran air tawar. Menurut Amik, jika ada air tawar FCR bisa makin efisien, karena salinitas bisa ditekan hingga 25-28 sesuai yang dibutuhkan udang.
Maksimalkan Konsumsi Pakan dengan Autofeeder
Amik merupakan salahsatu teknisi tambak yang percaya penggunaan autofeeder pada budidaya udang sangat bermanfaat. Ia melihatnya sebagai efisiensi pekerjaan, yaitu dari sisi pemberian pakan lebih ke tepat waktu dan memudahkan pembersihan kolam karena tidak terlalu banyak pakan yang mengendap di dasar akibat pemberian pakan yang teratur.
Penggunaan autofeeder membuat udang makan dengan sedikit-sedikit tapi sering, sedangkan dari sisi jumlah pemberian pakan tetap sama. “Kalo pemberian pakan langsung banyak sekali tebar, maka tidak akan termakan semua, jadi banyak yang terbuang. Paling yang termakan hanya 60% yang lain mengendap jadi lumpur. Tapi dengan menggunakan autofeeder bisa maksimal, bahkan bisa 80% yang termakan. Jadi lebih efisien dari sisi pakan yang dikonsumsi,” tutupnya.








