Pada umumnya petani yang memilih budidaya ikan lele di menggunakan kolam terpal memiliki kendala pada luasan lahannya. Sehingga pilihan terbaik adalah dengan memanfaatkan pembuatan kolam lele bioflok menggunakan plastik terpal yang cukup tebal sehingga mampu berfungsi layaknya sebuah kolam ikan.
Budidaya Lele Menggunakan Kolam Lele Bioflok
Anda tidak perlu khawatir dengan banyaknya pendapat yang menyatakan bahwa budidaya ikan lele bioflok lebih tinggi kemungkinan gagal daripada berhasilnya. Sebab dengan cara ini sudah terbukti menghasilkan panenan lebih melimpah dibandingkan dengan metode konvensional.

Buatlah Kolam Bioflok Lele Menggunakan Terpal yang Kuat
Langkah pertama untuk melakukan budidaya lele menggunakan metode kolam bioflok adalah dengan membuat kolam yang terbuat dari terpal dengan bentuk bulat yang tebal dan kuat. Anda dapat membentuk pondasinya menggunakan bata disangga dengan besi. Buatlah juga saluran air untuk menguras isi kolam tersebut untuk menghilangkan amonia.
Buatlah atap dari terpal sebagai pelindung dengan luasan sesuai kolam bioflok tersebut. Tujuannya untuk menghindari panasnya sinar matahari dan air hujan yang dapat mempengaruhi kualitas air pada kolam tersebut. Siapkan pula aerator yang dimanfaatkan untuk memasukkan sejumlah oksigen ke dalam air kolam.
Langkah kedua adalah mengisi kolam bioflok lele hingga ketinggian 80 centimeter sampai dengan 100 cm. Lalu pada hari ke-2 tambahkanlah bakteri non patogen atau probiotik dengan dosis 5 ml per m3. Pada hari ketiga tambahkan bakteri patogen yang berupa molase dengan dosis 200 ml per m3.
Saat malam hari tambahkan cairan dolomit dengan dosis 150 sampai 200 gram per m3. Diamkanlah air kolam tersebut selama 7 sampai 10 hari agar mikroorganisme yang dibutuhkan dapat tumbuh dengan optimal.
Memilih Bibit Lele
Memilih bibit lele juga merupakan salah satu langkah yang paling penting. Pilihlah bibit lele yang memiliki gerakan agresif dan gesit dan memiliki warna yang lebih terang dibandingkan dengan yang lainnya. Sebab pada umumnya lele yang bercirikan hal tersebut merupakan bibit unggul serta berkualitas sangat baik.
Langkah selanjutnya adalah menebarkan bibit lele pada kolam bioflok dengan cara yang perlahan. Tebarkanlah sedikit-sedikit untuk menghindari lele stres dan pada akhirnya mati. Jika memiliki 2 kolam tentu saja pisahkan lele berukuran kecil dan besar
Setiap 10 hari sekali Anda dapat menambahkan pakan berupa probiotik sebanyak 5 ml/m3, 1 sdm jamur tempe sebanyak per m3, ragi tapai sebanyak 2 butir per m3. Lalu pada saat malam hari. tambahkan cairan dolomite sejumlah 200 – 300 gr//m3
Jika benih lele sudah berukuran 12 cm atau lebih maka perawatan selanjutnya adalah dengan menaikkan dosis pakan bioflok tersebut. Per 10 hari sekali tambahkan probiotik sebanyak 5 ml/m3, ragi tapai sebanyak 2 -3 butir per m3. Lalu pada saat malam hari. tambahkan cairan dolomite sejumlah 200 – 300 gr//m3
Proses Memanen Lele
Setelah lele berumur 90 hari maka anda dapat melakukan panenan. untuk menghindari tersengat gunakan sarung tangan atau menggunakan jaring dan serokan yang besar, sehingga dengan sekali ambil Anda dapat memperoleh lele yang dengan jumlah banyak.
Lihat: Panduan Cara Budidaya Ikan Lele
Ternak Kolam Lele Bioflok
Ternak lele dalam kolam bioflok adalah metode budidaya lele yang sangat efektif serta terbukti menghasilkan hasil panen lele yang sangat bagus.
Jika Anda tidak memiliki luasan lahan yang diperlukan untuk membuat kolam lele, maka pilihan terbaik adalah dengan memanfaatkan budidaya kolam lele bioflok yang dapat dilakukan secara fleksibel dengan mengatur luas kolam sesuai dengan ketersediaan lahan yang Anda miliki.






