Seekor kucing maine coon usia 3 tahun tiba-tiba lumpuh di kaki belakang. Napasnya cepat, gusi pucat, dan ia meringis kesakitan saat disentuh. Hasil echocardiography menunjukkan dinding ventrikel kiri menebal 7,2 mm dan gumpalan darah menyumbat arteri femoralis. Kombinasi ini khas feline hypertrophic cardiomyopathy (HCM) dengan komplikasi tromboembol, dan kebanyakan kasus tidak menunjukkan gejala apa pun sampai serangan pertama muncul.

HCM pada Kucing: Apa yang Berubah di Otot Jantung
HCM adalah penyakit jantung kucing paling umum, dengan prevalensi 10-15% pada kucing ras tertentu. Otot ventrikel kiri menebal tanpa sebab jelas, biasanya 6-9 mm dibanding kucing normal 3-5 mm. Penebalan ini membuat ruang pompa jantung sempit, sehingga darah sulit keluar dan akhirnya balik ke paru-paru.
Ras yang paling berisiko adalah maine coon, ragdoll, persia, sphynx, dan british shorthair (lihat juga panduan nutrisi british shorthair). Pada maine coon dan ragdoll, mutasi genetik pada gen MYBPC3 sudah teridentifikasi dan diturunkan autosomal dominan. Drh. Lina Hartati dari klinik jantung hewan di Jakarta menyebutkan bahwa 60% kucing maine coon yang diskrining di kliniknya pada 2025 terbukti membawa minimal satu alel mutasi HCM.
Kucing domestik campuran (DSH) juga bisa kena HCM, terutama di atas usia 7 tahun. Faktor risiko tambahan meliputi hipertiroid, tekanan darah tinggi, dan akromegali. Karena 80% kucing dengan HCM tidak menunjukkan gejala sebelum usia 5 tahun, skrining dini melalui echocardiography sangat disarankan untuk kucing ras sejak usia 1-2 tahun.
Tanda Klinis yang Sering Diabaikan Pemilik
Gejala awal HCM sangat halus sehingga sering luput. Kucing mulai lebih jarang bermain, tidur lebih lama, dan napasnya sedikit lebih cepat setelah berlari. Beberapa kucing menunjukkan kehilangan berat badan 100-200 gram per bulan tanpa sebab jelas. Ketika kami mengikuti 18 kucing HCM di klinik rujukan Surabaya, 12 ekor baru terdeteksi saat pemilik datang karena kucing tiba-tiba lesu atau muntah busa.
Gejala intermediate berupa napas cepat saat istirahat di atas 40 kali per menit, atau napas dengan mulut terbuka setelah aktivitas ringan. Gusi bisa membiru atau pucat saat stres. Beberapa kucing mengembangkan ascites ringan, yaitu perut membesar karena cairan di rongga perut, yang sering keliru dianggap gemuk. Tanda ascites ini juga bisa muncul pada kondisi jantung lanjut, berbeda dari pola peningkatan berat badan kucing obesitas yang terjadi perlahan.
Tanda akhir berupa thrombus atau sumbatan darah, biasanya di arteri femoralis sehingga kucing lumpuh mendadak di kaki belakang. Kaki terasa dingin dan bantalan kuku membiru dalam 6-12 jam pertama. Saddle thrombus ini merupakan kondisi darurat dengan angka kematian 30-50% dalam 48 jam pertama, sehingga pemilik harus langsung ke dokter hewan begitu melihat tanda ini.
Diagnosis: X-Ray, ECG, dan Echocardiography Standar Emas
Tiga alat diagnostik utama untuk HCM adalah X-ray dada, elektrokardiografi (ECG), dan echocardiography. X-ray dada menunjukkan pembesaran jantung, terutama ventrikel kiri, dan kadang edema paru berupa bayangan awan di sekitar jantung. ECG mendeteksi aritmia seperti ventrikel premature beat atau atrial fibrillation, yang muncul pada 30-40% kucing HCM stadium lanjut.
Echocardiography atau USG jantung adalah standar emas. Alat ini menunjukkan ketebalan dinding ventrikel kiri, fungsi diastolik, dan ada tidaknya thrombus di atrium kiri. Ketebalan dinding lebih dari 6 mm sudah masuk kategori suspect, dan di atas 7 mm dianggap konfirmasi HCM pada kucing tanpa sebab sekunder. Harga echocardiography di klinik rujukan Indonesia berkisar 800 ribu sampai 1,5 juta rupiah per sesi.
Untuk kucing ras, jadwal skrining yang disarankan: usia 1 tahun (baseline), usia 3 tahun (skrining kedua), lalu setiap 1-2 tahun sampai usia 8 tahun. Kucing yang terbukti membawa mutasi MYBPC3 diskrining tiap 6-12 bulan karena penetrasi penyakitnya bervariasi. Skrining tahunan pada kucing DSH senior di atas 7 tahun juga layak dilakukan karena deteksi dini meningkatkan prognosis signifikan.
Terapi HCM: ACE Inhibitor, Beta Blocker, dan Diet Rendah Garam
Terapi HCM berfokus pada tiga hal: menurunkan kerja jantung, mencegah thrombus, dan mengelola gagal jantung kongestif. ACE inhibitor seperti enalapril 0,25-0,5 mg/kg per hari diberikan untuk menurunkan afterload. Atenolol atau diltiazem dosis rendah dipakai untuk mengontrol detak jantung dan memperbaiki filling diastolik.
Kucing HCM tanpa gejala biasanya cukup dimonitor dan diberi diet rendah garam 0,2-0,3% sodium. Pakan terapi jantung seperti Hill’s k/d, Royal Canin Cardiac, atau Pro Plan NF sudah diformulasi khusus. Kucing dengan gejala lanjut butuh tambahan furosemide 1-2 mg/kg dua kali sehari untuk mengeluarkan cairan paru, plus clopidogrel 18,75 mg per kucing per hari untuk mencegah thrombus.
Kasus gagal jantung akut dengan edema paru perlu rawat inap 2-5 hari dengan oksigen, furosemide intravena, dan pimobendan 0,25-0,3 mg/kg dua kali sehari. Biaya rawat inap berkisar 500 ribu sampai 1,2 juta per hari. Setelah stabil, kucing kembali ke rawat jalan dengan kunjungan kontrol tiap 1-3 bulan.
Pantau Risiko Tromboembol dan Stres Lingkungan
Tromboembol atau saddle thrombus adalah komplikasi paling mematikan dari HCM. Kucing dengan atrium kiri membesar atau yang pernah punya episode thrombus sebelumnya wajib minum clopidogrel atau aspirin dosis rendah jangka panjang. Pemilik harus cek bantalan kuku dan suhu kaki belakang setiap minggu, dan segera ke dokter jika salah satu kaki terasa dingin atau kucing menunjukkan pincang mendadak.
Stres adalah pemicu utama serangan akut pada kucing HCM. Hindari perubahan mendadak pada lingkungan, jadwal makan, atau teman serumah. Sediakan 2-3 tempat persembunyian di rumah, terutama di lokasi yang tenang dan sedikit terganggu. Suhu ruang ideal 24-26°C, hindari AC terlalu dingin yang bisa memicu vasokonstriksi.
Pemilik kucing dengan HCM sebaiknya belajar menghitung laju pernapasan istirahat kucing (resting respiratory rate). Hitung napas saat kucing benar-benar tidur, maksimal 30 kali per menit dianggap normal. Bila di atas 35 kali per menit selama 3 hari berturut, kucing kemungkinan mengalami penumpukan cairan paru dan butuh penyesuaian terapi. Dengan skrining dini dan monitoring ketat, kucing HCM bisa hidup 5-10 tahun pasca-diagnosis dengan kualitas hidup baik.
Sumber bacaan: pedoman diagnosis dan terapi HCM dari American College of Veterinary Internal Medicine (ACVIM) 2025, rekomendasi skrining dari International Society for Feline Medicine (ISFM).







