Tujuan utama pemberian pakan ayam broiler adalah untuk menaikkan bobot badan ayam agar dapat mencapai target yang diinginkan saat panen. Maka dari itu, penting bagi peternak untuk mengetahui cara pemberian pakan ayam broiler yang tepat dan efektif.
Pakan merupakan kebutuhan pokok yang tidak boleh diabaikan saat beternak ayam broiler atau pedaging, pakan memiliki peran sangat penting untuk kelangsungan hidup ayam. Untuk itu, pemberian pakan ayam broiler agar cepat besar tidak boleh asal-asalan.
Pertumbuhan ayam broiler memang sangat tergantung pada cara pemberian pakan. Ketika peternak memberikan pakan sesuai dengan standar, maka tumbuh kembang ayam broiler pun akan maksimal dan dapat menghasilkan daging yang maksimal pula.
Standar Pakan Ayam Broiler
Standar pemberian pakan ayam broiler tentunya tidak dapat di sama ratakan antara peternak satu dengan lainnya. Sebab, untuk kebutuhan pakan ayam pedaging ini tergantung dari jumlah populasi dan usianya. Jadi, setiap peternak pasti memiliki standar masing-masing.
Sebenarnya standar kebutuhan pakan ayam broiler dapat diketahui dengan cara menghitung nilai FCR (Feed Convertion Ratio). Hal ini dilakukan untuk mengetahui banyaknya pakan yang dihabiskan ayam dengan jumlah bobot badan ayam yang dihasilkan.
Semakin kecil nilai FCR, semakin tinggi tingkat keberhasilan pemberian pakan. Artinya, cara pemberian pakan ayam broiler yang diterapkan mampu menghasilkan berat badan ayam maksimal, meski pemberian pakan lebih sedikit dari jumlah seharusnya.
Nilai FCR pakan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, tipe pakan yang digunakan, manajemen pemeliharaan, dan suhu lingkungan. Maka dari itu, penting untuk menghitung nilai FCR agar pemberian pakan ayam broiler lebih efektif.
Standar Pakan Ayam Broiler
Standar pemberian pakan ayam broiler tentunya tidak dapat di sama ratakan antara peternak satu dengan lainnya. Sebab, untuk kebutuhan pakan ayam pedaging ini tergantung dari jumlah populasi dan usianya. Jadi, setiap peternak pasti memiliki standar masing-masing beda pakan layer dan broiler.
Sebenarnya standar kebutuhan pakan ayam broiler dapat diketahui dengan cara menghitung nilai FCR (Feed Convertion Ratio). Hal ini dilakukan untuk mengetahui banyaknya pakan yang dihabiskan ayam dengan jumlah bobot badan ayam yang dihasilkan.
Semakin kecil nilai FCR, semakin tinggi tingkat keberhasilan pemberian pakan. Artinya, cara pemberian pakan ayam broiler yang diterapkan mampu menghasilkan berat badan ayam maksimal, meski pemberian pakan lebih sedikit dari jumlah seharusnya.
Nilai FCR pakan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor genetik, tipe pakan yang digunakan, manajemen pemeliharaan, dan suhu lingkungan. Maka dari itu, penting untuk menghitung nilai FCR agar pemberian pakan ayam broiler lebih efektif.
Lihat: Kebutuhan Pakan Ayam Broiler per 100 Ekor
Cara Pemberian Pakan Ayam Broiler
Setelah mengetahui standar pakan ayam broiler dihitung berdasarkan nilai FCR. Berikut ini ada beberapa cara pemberian pakan untuk ayam broiler secara tepat. Dengan cara ini, setidaknya efisiensi pakan dapat terpenuhi dan ayam pun berkembang maksimal.

1. Pemberian Pakan Secara Ad Libitum
Pemberian pakan ayam secara ad libitum adalah metode pemberian pakan ayam tidak terbatas namun terkontrol. Artinya, pemberian pakan ayam per hari harus sesuai dengan perhitungan kebutuhan pakan ayam berdasarkan bobot badan ayam broiler.
Dengan menerapkan metode ad libitum, pakan mencukupi kebutuhan ayam broiler setiap harinya. Jadi, pastikan pakan harus selalu tersedia pada tempat pakan. Hal ini juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ayam fase starter agar cepat besar.
Lihat: Jenis Pakan Starter Ayam Pedaging
2. Jumlah Tempat Pakan Sesuai Populasi
Tempat pakan dan minum yang tidak sesuai dengan populasi ayam, akan mengakibatkan terjadinya saling berebut, sehingga berdampak pada keseragaman bobot badan ayam broiler. Ayam yang mendapat pakan banyak, maka beratnya akan lebih besar.
Penyediaan tempat pakan dan minum sesuai populasi ayam adalah salah satu unsur dari manajemen pemberian pakan. Hal ini penting untuk diperhatikan bagi para peternak pemula khususnya, pastikan jumlah tempat pakan sesuai dengan populasi ayam.
3. Perhatikan Bentuk dan Tekstur Pakan
Ada berbagai bentuk pakan ayam yang dapat diberikan berdasarkan masa pertumbuhan ayam broiler, yaitu terdiri dari pakan bentuk pellet, crumble, dan bentuk tepung atau mash. Anda dapat menyesuaikan bentuk pakan ayam ini dengan usia ayam broiler.
Adanya perbedaan bentuk pakan ayam pedaging ini, bertujuan untuk merangsang feed intake (konsumsi ayam broiler per ekor) menjadi lebih baik. Dengan begitu, ketika hendak melakukan pemberian pakan ayam, pastikan memiliki bentuk yang sesuai usianya.
Lihat: Rekomendasi Pakan Ayam Pedaging Terbaik
4. Kontrol dan Hitung Feed Intake
Feed Intake adalah jumlah konsumsi pakan yang dihabiskan oleh ayam broiler pada periode waktu tertentu. Feed intake ini biasanya sering digunakan untuk mengetahui seberapa banyak pakan yang dikonsumsi ayam sehingga bisa diprediksi berapa bobotnya.
Maka dari itu, jika ingin mengetahui feed intake pakan ayam broiler, maka Anda dapat menghitungnya terlebih dahulu berapa banyak pakan yang dikonsumsi per satu ekor ayam. Dengan begitu, pemberian pakan ayam broiler lebih terkontrol dan efisien.
5. Buat Recording Pakan Secara Lengkap
Adapun cara pemberian pakan ayam pedaging yang efektif, Anda dapat membuat recording pakan secara lengkap. Recording ini meliputi kandungan nutrisi pakan, komposisi pakan, jumlah pakan yang habis dan pakan yang tersisa, serta kondisi fisik ayam.
Dengan mengetahui data-data recording pakan ini, bermanfaat untuk menghitung jumlah pengeluaran dan mengevaluasi performa ayam. Jika suatu saat konsumsi pakan turun dan produksi ayam turun, maka dapat mengambil tindakan yang cepat tanggap.
Cara Pemberian Pakan Ayam Broiler
Setelah mengetahui standar pakan ayam broiler dihitung berdasarkan nilai FCR. Berikut ini ada beberapa cara pemberian pakan untuk ayam broiler secara tepat. Dengan cara ini, setidaknya efisiensi pakan dapat terpenuhi dan ayam pun berkembang maksimal gumboro ayam broiler gejala pencegahan.

1. Pemberian Pakan Secara Ad Libitum
Pemberian pakan ayam secara ad libitum adalah metode pemberian pakan ayam tidak terbatas namun terkontrol. Artinya, pemberian pakan ayam per hari harus sesuai dengan perhitungan kebutuhan pakan ayam berdasarkan bobot badan ayam broiler.
Dengan menerapkan metode ad libitum, pakan mencukupi kebutuhan ayam broiler setiap harinya. Jadi, pastikan pakan harus selalu tersedia pada tempat pakan. Hal ini juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ayam fase starter agar cepat besar.
Lihat: Jenis Pakan Starter Ayam Pedaging
2. Jumlah Tempat Pakan Sesuai Populasi
Tempat pakan dan minum yang tidak sesuai dengan populasi ayam, akan mengakibatkan terjadinya saling berebut, sehingga berdampak pada keseragaman bobot badan ayam broiler. Ayam yang mendapat pakan banyak, maka beratnya akan lebih besar.
Penyediaan tempat pakan dan minum sesuai populasi ayam adalah salah satu unsur dari manajemen pemberian pakan. Hal ini penting untuk diperhatikan bagi para peternak pemula khususnya, pastikan jumlah tempat pakan sesuai dengan populasi ayam.
3. Perhatikan Bentuk dan Tekstur Pakan
Ada berbagai bentuk pakan ayam yang dapat diberikan berdasarkan masa pertumbuhan ayam broiler, yaitu terdiri dari pakan bentuk pellet, crumble, dan bentuk tepung atau mash. Anda dapat menyesuaikan bentuk pakan ayam ini dengan usia ayam broiler.
Adanya perbedaan bentuk pakan ayam pedaging ini, bertujuan untuk merangsang feed intake (konsumsi ayam broiler per ekor) menjadi lebih baik. Dengan begitu, ketika hendak melakukan pemberian pakan ayam, pastikan memiliki bentuk yang sesuai usianya.
Lihat: Rekomendasi Pakan Ayam Pedaging Terbaik
4. Kontrol dan Hitung Feed Intake
Feed Intake adalah jumlah konsumsi pakan yang dihabiskan oleh ayam broiler pada periode waktu tertentu. Feed intake ini biasanya sering digunakan untuk mengetahui seberapa banyak pakan yang dikonsumsi ayam sehingga bisa diprediksi berapa bobotnya.
Maka dari itu, jika ingin mengetahui feed intake pakan ayam broiler, maka Anda dapat menghitungnya terlebih dahulu berapa banyak pakan yang dikonsumsi per satu ekor ayam. Dengan begitu, pemberian pakan ayam broiler lebih terkontrol dan efisien.
5. Buat Recording Pakan Secara Lengkap
Adapun cara pemberian pakan ayam pedaging yang efektif, Anda dapat membuat recording pakan secara lengkap. Recording ini meliputi kandungan nutrisi pakan, komposisi pakan, jumlah pakan yang habis dan pakan yang tersisa, serta kondisi fisik ayam.
Dengan mengetahui data-data recording pakan ini, bermanfaat untuk menghitung jumlah pengeluaran dan mengevaluasi performa ayam. Jika suatu saat konsumsi pakan turun dan produksi ayam turun, maka dapat mengambil tindakan yang cepat tanggap.
Itulah beberapa tips dan cara pemberian pakan ayam broiler yang tepat dan efektif agar dapat bertumbuh secara maksimal. Pemberian pakan ayam tidak boleh asal-asalan dan berlebihan, butuh perhitungan dan kontrol yang benar agar efisiensi pakan tercapai.
Kesalahan Pemberian Pakan Ayam Broiler
Setelah mengetahui cara pemberian pakan ayam pedaging atau broiler yang efektif, selanjutnya ketahui kesalahan yang kerap terjadi saat pemberian pakan ayam. Kesalahan ini seharusnya tidak boleh terjadi dan dilakukan oleh peternak. Berikut informasinya.
1. Nutrisi Tidak Terpenuhi
Setiap ayam memiliki kebutuhan nutriennya masing-masing, mulai dari fase starter hingga fase finisher. Hanya saja, beberapa peternak ayam broiler memberikan pakan tidak sesuai kebutuhan nutrisinya sehingga pertumbuhan ayam broiler pun menjadi terhambat.
2. Takaran Terlalu Banyak
Pemberian pakan ayam yang efektif memang bisa ad libitum atau tidak terbatas, namun bukan berarti tidak memperhatikan takaran pakan. Hal ini bertujuan agar pakan tidak habis terbuang sehingga perlu untuk memperhatikan jumlah takaran pemberian pakan.
3. Komposisi Tidak Sesuai
Ketika Anda ingin membuat pakan campuran ayam broiler, maka harus perhatikan komposisi bahan baku pakan. Pakan memiliki kecukupan nutrisi yang dibutuhkan ayam sesuai dengan umurnya, sehingga ayam dapat bertumbuh dan berkembang maksimal.
4. Jadwal Tidak Teratur
Pemberian pakan ayam yang tidak teratur dapat mempengaruhi nafsu makan ayam. Ketika ayam memiliki nafsu makan yang stabil, maka akan memiliki sistem imun yang baik dan tidak mudah sakit. Jadi, Anda pastikan pemberian pakan sudah sesuai jadwal.
5. Pakan Tidak Dipisah
Pemberian pakan hang tidak dipisah antara ayam jantan dan betina, dapat mengakibatkan efisien pakan berkutang. Sebab, ayam jantan akan lebih dominan sehingga ayam betina tidak mendapatkan cukup pakan, akibatnya pertumbuhan akan terhambat.
Dalam peternakan ayam broiler, pakan menjadi salah satu kunci sukses ternak ayam. Kesalahan pemberian pakan ayam, tentunya hal ini bisa membuat tumbuh kembang ayam menjadi kurang maksimal sehingga hasil panen ayam pedaging tidak sesuai dengan harapan.
Cara Memberi Makan Ayam Broiler
Sebagai peternak ayam broiler, penting untuk mengetahui standar pakan yang seharusnya diberikan pada ayam mulai dari fase starter hingga fase finisher. Hal ini sebagian dari manajemen pemeliharaan dan manajemen pemberian pakan ayam yang baik.
Demikian pembahasan mengenai cara pemberian pakan ayam broiler dengan tepat dan efektif, agar ayam pedaging ini dapat bertumbuh secara maksimal dengan bobot badan ayam yang optimal saat panen. Semoga informasinya membantu dan bermanfaat.






