Tiga Hal Penting Penentu Keberhasilan Budidaya Patin

Sedikitnya ada tiga faktor penting yang perlu diperhatikan agar keberhasilan budidaya ikan patin peluangnya semakin besar. Ketiga faktor tersebut antara lain kualitas benih, kualitas pakan dan manajemennya, serta kualitas air dan manajemennya juga.

Pentingnya ketiga faktor ini disampaikan oleh pelaku usaha budidaya ikan patin sekaligus Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI), Imza Hermawan, dalam acara webinar “Pendalaman SOP Budidaya Ikan Patin “yang diadakan oleh GQSP (Global Quality and Standards Programme) Indonesia belum lama ini.

Benih Berkualitas

Dalam hal kualitas benih, kata Imza, meski perannya sangat besar terhadap keberhasilan budidaya, tetapi banyak pembudidaya yang kerap melupakannya. Menurutnya, alih-alih memilih benih berkualitas, para pembudidaya malah memilih benih yang lebih murah.

Meski tidak saklek berkorelasi positif antara kualitas benih dan harga, tetapi kecenderungan benih yang berkualitas memang dijual dengan harga di atas rata-rata. Begitupun sebaliknya, benih kualitas medium atau rata-rata dijual dengan harga yang lebih murah. Lebih tingginya harga benih berkualitas tersebut antara lain karena biayanya produksinya sedikit lebih besar guna memastikan semua standar produksi yang baik bisa terlaksana.

Namun demikian, perbedaan harga tersebut biasanya tidak tinggi-tinggi amat. Jika harga rata-rata benih patin umumnya sekitar Rp250 per ekor, maka benih berkualitas bisa di harga Rp275 – Rp300 per ekor. Dan dalam hitung-hitungan Imza, harga tersebut masih masuk jika dibandingkan dengan besarnya peluang keberhasilan panen, dibandingkan berkompromi di awal dengan harga yang lebih murah, namun risiko produksi jadi lebih tinggi.  “Itu (harga di atas rata-rata) masih masuk akal,” tegas Imza.

Pakan dan Probiotik

Benih berkualitas adalah satu hal. Sedangkan mengoptimalkan pertumbuhannya di kolam adalah hal lain. Optimalisasi pertumbuhan benih yang pertama bisa dilakukan melalui pemberian nutrisi yang cukup.

Imza Hermawan saat memberikan materi di webinar GQSP. by Zoom

Terdapat beberapa jenis pakan ikan patin dengan kandungan nutrisi, terutama protein, yang berbeda-beda di lapangan. Pemilihan jenis pakan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi para pembudidaya. Namun yang ditekankan oleh Imza dalam hal pakan adalah manajemennya. Sebagai penyumbang biaya terbesar dalam produksi ikan, manajemen pakan yang efisien tentu dapat memperlebar margin yang didapat. Sehingga keuntungan bagi pembudidaya juga bisa lebih besar

Salah satu strategi manajemen pakan yang efisien adalah dengan penambahan probiotik pada pakan. Meski akan ada penambahan biaya untuk probiotik, tetapi hal itu bisa ditutupi dengan manfaat berganda yang diberikannya.

Mulanya penambahan probiotik pada pakan bisa meningkatkan kecernaan nutrisi di dalam pakan oleh ikan. Selanjutnya, penyerapan nutrisi yang efisien tersebut bisa membantu meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh ikan sehingga potensi terkena penyakit jadi lebih kecil. Sebaliknya, potensi kelangsungan hidup dan produktivitas jadi lebih besar. Di sisi lain, penyerapan pakan yang efisien oleh ikan juga bisa mengurangi buangan organik sisa pakan di kolam, sehingga menekan pencemaran air budidaya yang bisa membuat ikan tetap nyaman tumbuh di dalam kolam.

Cara umum untuk menghitung efisiensi pemberian pakan dalam budidaya ikan adalah dengan metode feed conversion ratio (FCR). Yakni perbandingan jumlah pakan yang diberikan untuk menghasilkan satu kilogram ikan. Semakin kecil nilai FCR maka pemberian pakan dinilai lebih efisien.

Menurut Imza, penambahan probiotik pada pakan bisa memperbaiki nilai FCR sampai dengan 0,1 dibanding pakan sejenis yang tidak ditambahkan probiotik. Penghematan FCR 0,1 bisa juga diartikan sebagai efisiensi sebesar 10 persen. Jika harga pakan sebesar Rp9.000 per kg, maka penghematan biaya pakan yang ditambahkan probiotik bisa mencapai Rp900 per kg. “Kalo panen 10 ton (patin) saja, kita punya selisih Rp9 juta,” ungkap Imza menggambarkan selisih yang didapat.

Manajemen Kualitas Air

Faktor penentu keberhasilan budidaya patin selanjutnya adalah kualitas air dan manajemennya. Diantara sekian banyak parameter kualitas air budidaya, Imza menggarisbawahi beberapa yang paling penting untuk terus dipantau sebelum dan selama budidaya patin. Parameter tersebut antara lain suhu air, pH, kelarutan oksigen (dissolved oxygen/DO), NH3 terlarut (amonia), nitrit, dan kecerahan.

Menurut Imza, rentang suhu yang optimal untuk budidaya patin berkisar 25 – 32 derajat Celcius. Suhu di bawah 25 sebetulnya masih ditoleransi oleh patin, namun bisa menghambat proses pertumbuhan dan memantik penyakit bintik putih. Sedangkan untuk pH idealnya berada pada kisaran 7 dan DO berada pada kisaran 3 ppm.

Dalam webinar tersebut, Imza banyak menekankan parameter kecerahan yang ternyata sering dilupakan oleh para pembudidaya. Menurutnya kecerahan bisa menjadi parameter yang berpengaruh terhadap parameter lainnya.

Untuk budidaya ikan patin, kecerahan yang optimal berkisar di angka 30 cm. Parameter ini dapat diukur secara sederhana dengan menggunakan secchi disk. Nilai kecerahan di bawah 30 cm berarti air kolam budidaya terbilang keruh, dan kekeruhan ini umumnya didominasi oleh jumlah plankton yang sudah menumpuk.

Populasi plankton yang sudah menumpuk yang ditandai dengan keruhnya air kolam, bisa menjadi ancaman serius dalam budidaya patin. Populasi plankton yang berlebih bisa menjadi kompetitor ikan patin dalam memanfaatkan oksigen terlarut di kolam, terutama pada malam hari. Sehingga, kata Imza, dalam budidaya patin sering ditemui kematian ikan yang rutin setiap pagi.

“Ternyata pagi hari ini DO-nya tuh nol koma, kepadatan plankton tinggi. Sehingga pada malam hari ikan berebut oksigen dengan plankton, dan habis oksigennya,” ungkap Imza.

Namun hal ini tentu saja bisa diantisipasi dengan melakukan pergantian air kolam sampai tingkat kekeruhannya berkurang, sehingga populasi plankton jadi ikut berkurang, dan kelarutan oksigen pun tidak akan cepat drop pada malam hari. (AB)

Share your love
Pakan Pabrik
Pakan Pabrik

Pakanpabrik.com hadir guna memenuhi kebutuhan informasi seputar pakan ternak [unggas, akuakultur, swine, ruminansia dan petfood].
Dengan segmen yang sangat khusus dan spesifik, pakanpabrik.com menyajikan serba-serbi industri pakan ternak dan hewan kesayangan Anda.

Articles: 466